Kegiatan WAPEALA

Pada tahun 1982, WAPEALA mengadakan pendakian di Gunung Semeru, Jawa Timur

Pada tahun 1983, WAPEALA mengadakan susur gua Petruk di Kebumen Jawa Tengah. Bentuk kegiatannya yaitu pengamatan gua.

Pada tahun 1984, WAPEALA UNDIP mengadakan Ekspedisi Jaka Tingkir di Sungai Tuntang. Bentuk ekspedisi ini berupa napak tilas dan penulusuran rute jaka tingkir dengan menggunakan rakit bambu di mulai dari Rawa pening sampai muara sungai Tuntang di pantai Demak. Pesertanya sebanyak 5 orang Tim Inti dan 10 orang Tim Pendukung yang memakan waktu 7 hari.

Pada tahun 1984 – 1987 kegiatan spesialisasi yang dilakukan WAPEALA antara lain :
1.       Pelatihan SAR bersertifikasi secara berkala
2.     Mengikuti Sekolah panjat tebing SKYGER Bandung
3.     Mengikuti Sekoah Speologi di Speologi Indonesia
4.     Mengikuti Sekolah Gunung Hutan di Wanadri, Bandung

WAPEALA terobsesi pada Kota Bandung yang pada waktu itu sedang populer arung jeram dengan ban traktor. Hal ini membuat WAPEALA ingin mengadakan Ekspedisi dengan ban traktor tetapi bukan di sungai melainkan di laut sehingga WAPEALA mengadakan Ekspedisi Pantai Utara Jawa (PANTURA) yang bertujuan untuk memberi kemudahan pada masyarakat di daerah banjir terutama purwodadi. Ekspedisi ini sudah dipersiapkan tahun 1981 namun baru terlaksana tahun 1985. Rute Ekspedisi ini dimulai dari pantai Ujung Watu, Jepara sampai pelabuhan Semarang selama 5 hari dengan peserta sebanyak 25 orang. Adapun Bentuk kegiatannya yaitu :
1.   Uji coba perahu dari 7 ban traktor yang diikat dan diberi layar dimana dilakukan oleh 7 orang
2. Penyusuran pantai dengan melakukan pengamatan, penelitian dan pengidentifikasian lingkungan pantai oleh 6 orang
3. Pengabdian masyarakat oleh 12 orang di Ujung Watu, Jepara, Muara Demak
Selain itu juga, ada kegiatan penghapusan vandalisme (corat – coret) dibeberapa tempat antara lain Kota Semarang, Gedung Songo, Gunung Merbabu bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Jawa Tengah.

Pada tahun 1987, WAPEALA mengadakan ekspedisi ndugu-ndugu. Ekspedisi kali ini merupakan ekspedisi Gunung dengan target Puncak Jaya Wijaya, Papua.

Pada tahun 1991, WAPEALA mengadakan Ekspedisi Diponegoro Borneo (EDB). Ekspedisi Diponegoro Borneo (EDB) 1991" dirancang sejak pertengahan 1990,sebagai hasil obrolan kita2 (angkatan CA & FB), terutama yg punya mimpi besar utk naek ke Carstenzs Pyramid. Rencananya, EDB & Ekspedisi Ujung Kulon jadi "pemanasan" untuk Ekspedisi ke Irian Jaya. Impian untuk ke Irian Jaya kesampaian pada awal 1994 dengan tim yang hasil gabungan eks tim EDB & Ujung Kulon (Jack, Lian, I'u, Ridho adalah eks tim ekspedisi th 1991).

          Pada tahun 1994, WAPEALA mengadakan Ekspedisi Jaya Wijaya Papua. Persiapan ekspedisi ini kira2 dimulai awal tahun 1993. Atlet yang mendaftar  hampir 75 – 100 orang (dari anggota wapeala, anggota luar wapeala), kemudian WAPEALA membuat rencana - rencana perekrutan berdasarkan kualifikasi pendakian es, literature, pendapat para alumni Wapeala (ex tim Ndugu-Ndugu), Yerry (Ca), samba (Ca), Guntoro, saudara - saudara dari angkatan Fb, Wanadri, Mapala UI dan Pihak Phisicologist Undip, sehingga seleksi atlet berlangsung ketat.

Pada tahun 1993, WAPEALA mengadakan Lomba panjat tebing buatan (sekarang menjadi lomba wall climbing) dengan ketua Sri Wahyuni.

Pada tahun 1995, WAPEALA mengadakan kegiatan eksplorasi karimun jawa dengan total peserta 26 orang. Kegiatan ini merupakan program inti dari Pengurus Harian WAPEALA UNDIP periode 1994 - 1995. Pada tahun yang sama WAPEALA mengadakan Pemanjatan dan Pendataan Tebing Kelud, Jawa Timur yang diwakilkan oleh 4 orang atlit dan 2 orang pendamping. Pada tahun ini juga WAPEALA mengirimkan 6 orang atlit untuk melakukan Ekspedisi Tim Putri I T.N. Kerinci Seblat.

Pada tahun 1997, WAPEALA mengadakan Ekspedisi Tim Putri II Diponegoro Leuser. Ekspedisi ini merupakan program inti Pengurus Harian WAPEALA Universitas Diponegoro Periode 1997-1998 adalah Ekspedisi Tim Putri II Diponegoro Leuser (ETP2DL) yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus – 23 September 1997 dan berlokasi di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di WAPEALA. dengan target :
1. Pencapaian puncak Loser (3404 mdpl) dan puncak Leuser (3119 mdpl)
2. Pengamatan social budaya masyarakat desa terakhir (Kedah)
3. Pendataan Jalur pendakian utama TNGL dari desa Kedah, Aceh Tenggara
Tim Putri II terdiri dari 5 atlet putri yaitu Titik Wijayanti,Lusia, Ellysa Nur Intan, Tri Windaryani, serta 1 orang pemandu jalan (bang Jali) dan 1 orang porter(Bang Hamdan)

Pada tahun 1999, WAPEALA mengadakan Ekspedisi Diponegoro Celebes. Ekspedisi ini merupakan program inti Pengurus Harian WAPEALA Universitas Diponegoro Periode 1998-1999. Operasional EDC dan dari tujuh target kegiatan ekspedisi yang mencakup divisi Arung Jeram, panjat tebing, selam, gunung hutan, penelusuran gua, penelitian dan napak tilas ternyata hanya bisa terealisasi untuk empat divisi saja yaitu :
1. Divisi Selam
waktu     :25 April –8Mei 1999
tempat    : Kepulauan Takabonerate
hasil     : telah didapat data dari kegiatan monitoring terumbu karang dan biota karang
2. Divisi panjat tebing               
Waktu : 25 April – 10 Mei 1999
tempat    : Kecamatan Cakke, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Maros, Kabupaten Bantimurung
hasil                   : pembukaan jalur dan pemanjatan
Nama Tebing     : Bamabapuang
Lokasi                : Desa Kotu, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan
Jenis Batuan  : Kapur tua
Tinggi                 :  ±350 m
 Nama jalur         : Jalur Diponegoro
Panjang Lintasan     : ±375 m
Waktu pemanjatan   : Lima hari
Sistem pemanjatan   : campuran Alpine dan Himalayan
Tingkat kesulitan       : panjat bebas 5.05 – 5.10
Pemanjat         : 1. Dwi Haryanto
                          2. M. Akbar Salihima
                          3. Yudha Septiarso
Tim Pendukung           : 1.Albertus Wahyudi P.
                                      2.M. Ruski ( KORPALA )
                                      3.Edwin Manopo ( KORPALA )       
           
    3. Penelitian sosial,ekonomi,budaya,masyarakat bonerate
waktu              : 25 April –8 Mei 1999
tempat             : Kepulauan Takabonerate
hasil                 : Data tentang tingkat kesadaran masyarakat Bonerate dalam conservasi SDA

4. Napak Tilas
Tema               : Perunutan kembali sejarah pengasingan /pembuangan
waktu              : 24 Mei 1999
tempat             : lokasi pemakaman pangeran Diponegoro dan keluarga di Ujung Pandang
hasil              : data ringkas tentang sejarah pengasingan Pangeran Diponegoro

Pada tahun 2001, WAPEALA mengadakan Lomba Panjat Dinding WAPEALA Open III. Kegiatan ini merupakan program inti dari Pengurus Harian WAPEALA UNDIP Periode 2000 - 2001 dengan ketua Hari Bagindo W- 486 Hm.

Pada tahun 2002, WAPEALA mengadakan Pendidikan dan Penanaman Mangrove di Fakultas Hukum UNDIP dan Desa Surodadi, Sayung, Demak yang diikuti 35 0rang peserta diberikan materi dari BKSDA (mengenai pemahaman umum Mangrove) dan dari RLKT (mengenai jenis mangrove dan cara penanamannya) pada pelaksanaan pendidikan di Semarang.
Kegiatan penanaman di desa Surodadi dilakukan di daerah yang kritis terkena abrasi air laut sebelah barat penanaman yang pernah dilakukan WAPEALA tahun 1996. Animo dan keaktifan peserta sangat besar dimana mereka selalu mengikuti seceara runtun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ini selain itu dalam evaluasi dengan peserta sekaligus sarasehan dengan penduduk sekitar mereka sangat tertarik mengikuti kegiatan ini agar memperoleh pemahaman dan pengetahuan secara langsung praktek penanaman mangrove.
Masyarakat desa Surodadi terutama bapak Kepala Desa dan Bapak Sumono ( yang ahli dan mengerti praktek penanaman mangrove ) yang membantu kegiatan dari menyediakan bibit sampai masalah langsung di lapangan.  

Pada tahun 1994, WAPEALA mengadakan Seminar Nasional Lingkungan dan Manusia. Kegiatan ini merupakan program inti Pengurus Harian WAPEALA UNDIP periode 2004 - 2005. Pelaksanaan dari seminar ini rencananya akan diselenggarakan pada hari kamis, 7 Oktober 2004. akan tetapi karena adanya kendala teknis sehingga mengalami kemunduran. pelaksanaannya kegiatan ini pada :
Hari/tanggal                 : Selasa, 7 Desember 2004
Pukul                           : 08.00 – 15.20 WIB
Tempat                        : Gedung pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang
Peserta                        : Civitas Akademika, masyarakat umum, instansi terkait
Tujuan             :
1. menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan
2. meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan
3. membuka wawasan tentang instansi lingkungan hidup di Indonesia
4. Memberi alternate solusi bagi permasalahan lingkungan
Sesi I  
Pemateri 1      : Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup
Materi              : Kelembagaan Pengelolaan lingkungan hidup
Pemateri 2      : Tandiono bawor Purbaya, SH dari lembaga bantuan hukum Semarang
Materi              : lingkungan hidup, sebuah keprihatinan

Sesi II
Pemateri 1      : Dr. Fx.Adji Samekkto, SH,M.Hum dari Bapepedal Jateng
Materi              : kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup
Pemateri 2      : Hoetomo, MPA dari pusat Penelitian Lingkungan Hidup UNDIP
Materi              : Kelembagaan lingkungan Hidup

Pada tahun 2005, WAPEALA mengadakan Jambore - Reuni Akbar WAPEALA UNDIP yang merupakan program inti dari Pengurus Harian WAPEALA UNDIP tahun 2005 dan Sertifikasi Selam A1 dan A2 dan Bersih Pantai. Kegiatan ini diadakan untuk membentuk SDM di bidang diving yang sudah cukup lama vacuum di WAPEALA. Kegiatan ini juga ditujukan untuk umum.
Program ini terlaksana pada :
Waktu                       : 23 – 29 September 2005
Tempat                     : PAP : Lt 2 Pkm Joglo
                                  LKK : Kolm renang Watugong
                                  LPT   : P.Panjang, Jepara
Peserta                     :
Fajar Suryanto
Himakpa ITN
Malang
Hijrah Eko Saputro
K.E STIKI
Malang
Aji Tunggul Atmanto
UNDIP
Semarang
Meyrina Pramadya
UNISI UII
Jogjakarta
Akhmad Zaky Asy’ari
UNISI UII
Jogjakarta
Bagus  Dorojatun
UNNES
Semarang
Walid Afebri Ramos
WAPEALA UNDIP
Semarang
M Ali S
WAPEALA UNDIP
Semarang
Mohammad Saiful
WAPEALA UNDIP
Semarang
Prasetyo Budi Utomo
WAPEALA UNDIP
Semarang
Afik Nidhomudin
WAPEALA UNDIP
Semarang
Sidiq Ibnu Harmasto
Gova UNS
Surakarta
Vyara Lestari
Global TV
Jakarta
Chaidar Sulaiman
Global TV
Jakarta
Pirma Hot
KOMPAS USU
Medan

Untuk sertifikasi ini WAPEALA bekerja sama dengan instruktur selam Bapak Sutopo Reg .No 0023 B1 dari TNI AL Semarang dan  Bapak Mustofa DM (Dive Master). Acara ini juga diliput oleh global tv karena rekomendasi dari Anggota Luar Biasa (ALB). Biaya peserta sertifikasi ini adalah 500.000 untuk mahasiswa dan 600.000 untuk umum sedang untuk Anggota Biasa WAPEALA 350.000 karena itu acara ini mendapat respon yang cukup baik dari Anggota Biasa. Di acara ini kita mendapat bantuan subsidi dari Gubernur Jateng, Walikota, IKA Undip dan  LH Jepara. Sedang untuk PPLH, Lemlit, Kesbanglimas, Suara merdeka, dan Pocari Sweat.

Pada tahun 2006, WAPEALA mengadakan "Lomba Lukis Konservasi Se-Eks Karesidenan Semarang Tingkat SD, SMP, dan SMU BKSDA. Kegiatan ini berawal dari BKSDA yang akan mengadakan kegiatan Lomba Lukis Tingkat SD, SMP, SMU dalam rangka hari bumi. BKSDA menawarkan kepada mapala – mapala Semarang untuk mengajukan diri sebagai tim pelaksana kegiatan lomba.

WAPEALA mencoba ikut mengajukan diri sebagai tim pelaksana kegiatan, WAPEALA  mengajukan proposal Lomba Lukis kepada pihak BKSDA. Pihak BKSDA tertarik dengan konsep proposal WAPEALA kemudian mengundang WAPEALA untuk mempresentasikannya. Presentasi konsep kegiatan dilakukan di kantor BKSDA, WAPEALA diwakili oleh ketua pelaksana sedangkan BKSDA diwakili oleh Tri S.


Pada tahun 2008, WAPEALA mengadakan Ekspedisi Kinabalu. Ekspedisi Kinabalu merupakan Ekspedisi Internasional pertama yang dilakukan WAPEALA. Ekspedisi ini dilakukan di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, dengan ketinggian 4,095 mdpl. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Kalimantan dan tertinggi kelima di Asia Tenggara. Ekspedisi Kinabalu diwakili oleh 3 orang atlit dari WAPEALA, Yaitu : Tri Widyaningsing, Gregorius Angga, dan Ali Fakhroni. Ekspedisi ini selain mendaki gunung juga ada segi penelitian yang dilakukan. Penelitian yang dilakukan adalah dari segi pariwisata.

Pada tahun 2011, WAPEALA mengadakan Penyuluhan dan Penanaman Bibit Mangrove. Tema kegiatan ini adalah "Nandur Mangrove, Mbangun Deso". Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang. WAPEALA bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), Departemen Kehutanan (DEPHUT), Perum Perhutani, dan instansi lainnya. Selain menanam mangrove ada juga penyuluhan bibit mangrove menjadi makanan ringan. 

Pada tahun 2012, WAPEALA memperingati hari bumi dengan melakukan kampanye di kawasan jalan pahlawan. WAPEALA mengusung tema "Hidup Hijau Mulai dari Sekarang". Selain kampanye peringatan hari bumi, tahun ini WAPEALA juga mengadakan Penanaman Mangrove dan Pengobatan Gratis. Kegiatan ini diikuti + 60 peserta dari UKM dan Mapala Se-Undip. WAPEALA bekerja sama dengan tim medis dari Fakultas Kedokteran UNDIP untuk pengobatan gratis. Pada tahun ini juga, WAPEALA mengikuti kegiatan Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi di Karimun Jawa. Kegiatan ini diadakan oleh Balai Taman Nasional Karimun Jawa (BTNKJ), WAPEALA diwakili oleh Asis Falachy, Diah Ajeng, dan Tiara. Selain pendelegasian pada tahun ini WAPEALA mengikuti Lomba Single Rope Technic (SRT) tingkat Nasional yang diadakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam UNISBANK (Mapalast). Pada lomba kali ini WAPEALA yang diwakili oleh Diah meraih juara 3 kategori putri, dan Kuncoro meraih juara 1 kategori putra. Program inti pada periode 2012 adalah Diponegoro Seven Summit Expedition yang dilaksanakan di Gunung Kilimanjaro, Afrika Selatan. Pada ekspedisi ini WAPEALA diwakili oleh 3 orang atlit, yaitu : Irwan Hidayatullah ( W-623 Ck), Umi Lutfiyah (W-628 Tt), dan Syarifudin Ahmad (W-634 Tt). 


Pada tahun 2016, WAPEALA mengadakan ekspedisi dengan judul DIPONEGORO MOLUCCAS EXPEDITION (DME). Ekspedisi ini merupakan ekspedisi susur gua (Caving) dengan target penelitian dan pendataan mulut gua baru.  DME dilaksanakan di Wilayah Taman Nasional Manusela, Pulau Seram, Maluku. Ekspedisi ini adalah ekspedisi caving pertama yang dilakukan oleh WAPEALA. Output dari Ekspedisi ini adalah Seminar Nasional Speleotourism dan Seminar Hasil Ekspedisi. Pada ekspedisi ini WAPEALA diwakili oleh Annisa Chairany M.T (W-675 Nf), Heharero Tesar Ashidiq (W-682 Nl), Ani Febriastati (W-686 Nl), Nur Anisa (W-689 Nl), dan Aan Dedhi Irawan (W-690 Nl). Pada tahun ini WAPEALA juga mengadakan Ecocare and Fun Walk For A Better Campus yang merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) WAPEALA  ke-40 tahun. Ecocare and Fun Walk berbentuk jalan sehat dan penyebaran benih ikan di Waduk UNDIP.


 Pada tahun 2017, WAPEALA mengadakan kegiatan dengan tema berbakti untuk thekelan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun WAPEALA yang ke 41 tahun. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pengobatan gratis, sembako murah, sosialisasi pengolahan sampah, penanaman bibit pohon, dan pengenalan materi pertolongan pertama.



Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan