KOTORNYA SUNGAI DI SEKITAR UNDIP

     


   19 Januari 2018, Masa Bakti WAPEALA Lapis XXXIV yang tergabung dalam kelompok pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi kepada warga sekitar bantaran sungai mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai krengseng, yang merupakan sungai di kawasan UNDIP Tembalang.

  Lokasi sosialisasi dipilih berdasarkan besar kemungkinan bahwa masyarakat di daerah tersebut sering membuang sampah di sungai krengseng dan terbagi menjadi dua zona yakni di sekitar kelurahan pedalangan (daerah sungai yang diapit oleh dua jalan yakni jl.Banjarsari Barat dan jl.Tembalang Selatan IX) dan kelurahan tembalang (gg. Bulusari II dan sekitarnya) Berikut gambar pembagian zona


           
2. Kelurahan Tembalang
1. Kelurahan Pedalangan

           Kegiatan sosialisasi ini dimulai dengan menemui RT setempat untuk meminta izin melakukan sosialisasi di sekitar bantaran sungai. Tim dibagi menjadi 2 Kelompok untuk menyisir satu per satu rumah warga, dengan berbekal stiker serta informasi yang akan disampaikan.



Sosialisasi ini berlangsung hingga jam 11.30 WIB tepat sesuai perencanaan sebelumnya. Disini terdapat kendala yang kami temui seperti halnya saat di kelurahan padelangan banyak warga yang mengeluhkan bahwa sampah-sampah yang terdapat di sungai berasal dari aliran di atasnya sehingga dapat disimpulkan sampah-sampah tersebut adalah sampah kiriman bukan dari warga setempat.


20 Januari 2018, Tim Pengabdian Masyarakat WAPEALA Undip melaksanakan pembersihan sungai dan waduk yang ada di wilayah Universitas Diponegoro. Sampah plastik, botol, barang-barang bekas, limbah rumah warga, masih berserakan, menggunduk terbawa aliran. Bukan hanya tumpukan sampah rumah tangga atau sampah domestik saja yang mengotori Sungai kawasan Undip yang berada di Wilayah Tunjungsari kec.Tembalang. Limbah cair yang dibuang sembarangan oleh warung pinggir sungai pun membuat sungai tercemar. Menurut beberapa pengakuan Warga, diwaktu masyarakat lelap tertidur para Pedagang Kaki Lima dengan seenaknya membuang sampah ke sungai. Pencemaran sungai kawasan undip  berdampak sampai ke Waduk Pendidikan Diponegoro. Hal ini dapat dilihat dari jumlah sampah yang didapatkan oleh tim yaitu 215,25 Kg untuk di sungai, dan 238,3 Kg di Waduk. 

Para pemancing di Waduk mengeluh karena banyak sampah yang menyebabkan kematian ikan. Sampah dari sungai berkumpul di Waduk , karena ketidaksadaran masyarakat dan dari pihak Undip yang tidak rutin membersihkan waduk. Waduk menjadi sangat kotor dan bau. Padahal dengan bersihnya Waduk, bisa menjadi salah satu destinasi Wisata di Universitad Diponegoro.



Pembersihan Waduk Pendidikan Diponegoro



Penulis : Toifur Wilianto (W-707 Pa)
Foto : Masa Bakti WAPEALA Undip Lapis XXXIV

Pembersihan Sungai Kawasan UNDIP


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan