CATATAN PERJALANAN : AWAL SI KANGURU POHON MASUK RIMBA


Setelah melewati banyak rangkaian panjang, Presentasi Nama Angkatan atau lebih dikenal PNA dilakukan untuk menentukan nama angkatan ini. Nama angkatan di WAPEALA menggunakan hewan-hewan endimik yang terancam punah sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan terdaftar di IUCN. Empat nama diusulkan sebagai calon nama angkatan yaitu: kangguru pohon mantel emas, kucing bakau, labi-labi, dan buaya irian. Diskusi yang terlihat suka ria menjadi tegang seiring bertambahnya argumen yang dilontarkan oleh masing-masing masa bakti. Proses eleminasi menyisahkan nama kangguru dan buaya. Sulit mempertimbangkan antara keduanya karena filosofi dari masing-masing hewan tersebut mempresentasikan harapan dari para masa bakti untuk angkatan lapis XXXIV. Kangguru lebih dipilih karena sifatnya yang bersahaja, membumi, saling menjaga satu sama lain, dan berkeinginan kuat untuk hidup. Karena kami khawatir hewan ini berada pada status kritis, kami bercita-cita suatu saat akan melakukan konservasi di daerah asalnya, Papua. Musyawarah mencapai mufakat sehingga diresmikan nama angkatan lapis XXXIV adalah Kangguru Pohon Mantel Emas ( Dendrolagus pulcherrimus ). Singkat cerita kami terkenal dengan sebutan KANGURU

Sedikit mengulas Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya Dendrolagus pulcherrimus adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang. Penampilan Kanguru-pohon Mantel-emas serupa dengan Kanguru-pohon Hias. Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias. Beberapa ahli menempatkan Kanguru-pohon Mantel-emas sebagai subspesies dari Kanguru-pohon Hias.

, Alasan si Kanguru ini perlu dikonservasi adalah jumlah mereka yang semakin hari semakin menurun bahkan dikatakan bahwa diberbagai daerah sudah tidak ditemukan lagi hewan ini. Dikatakan bahwa si Mantel emas ini telah menderita akibat kehilangan habitatnya, bahkan telah terjadi penurunan populasi lebih dari 80% selama 30 tahun terakhir. Ini lah yang menyebabkan si Lucu masuk dalam kategori Redlist oleh IUCN pada tahun 2011. Tidak hanya kehilangan tempatnya , salah satu penyebab terbesar berkurangnya si Mantel emas ini dihabitatnya adalah orang lokal itu sendiri.

Kembali ke cerita perjalanan ,para kanguru ( sebutan yang disematkan kepada kami) dihadapkan dengan dua tahapan akhir yaitu Presentasi Individu dan Tes Lapangan. Pengetahuan tentang WAPEALA diujikan dalam kegiatan Presentasi Individu. Masa bakti menceritakan perjalanan mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan WAPEALA. Mereka mencurahkan harapan yang sangat besar bagi WAPEALA dalam melaksakana kegiatan kedepan. Presentasi Individu juga



Tahapan berikutnya adalah tes lapangan. Disinilah keteguhan hati dan komitmen para kanguru dipertanyakan, apakah hanya sekadar omong kosong atau dipertahankan hingga titik darah mereka habis? kiasan tersebut cukuplah menggambarkan kondisi kanguru yang bingung dan bimbang. Tersisa delapan dari delapan belas orang masa bakti yang mengikuti tes lapangan karena berbagai macam pertimbangan yang mengharuskan mereka mengundurkan diri.

Tes Lapangan diikuti oleh delapan orang masa bakti, yaitu:  Muhammad Naufal Nurrahman, Malik Alfaruqi, Putri Ramadhini, M.Rabith  Mizyal Laufany, Fauzan Azhar M. , Lu’lu’ Al Maknun, Muhammad Fatikhul Umam, dan Ika Kartika Wulandari. 

Tiba saatnya delapan orang ini untuk pergi menuju ke lapangan. Semua yang telah kami dapatkan akan diterapkan dalam Tes Lapangan ini. Cuaca bersahabat, namun itu hanya sebuah sambutan palsu dari alam. Perjalanan di terik matahari cerah seketika berubah dibawah naungan awan gelap, menandakan tetesan rintik hujan segara membasahi tanah yang kami pijak. Dalam perjalanan itulah kami menuangkan semua materi yang telah kami dapatkan untuk di terapkan di lapangan.







Kami mendapatkan Nomor Induk WAPEALA yang diimpi-impikan. Berikut NIW dari Dendrolagus pulcherrimus.

1              .       Putri Ramadhini                                  (W-708 Dp)
2              .       Malik Alfaruqi                                      (W-709 Dp)
3              .       Muhammad Fatikhul Umam              (W-710 Dp)
4              .       Muhammad Naufal Nurrahman         (W-711 Dp)
5              .       Lu’lu’ Al Maknun                                (W-712 Dp)
6              .       M.Rabith  Mizyal Laufany                  (W-713 Dp)
7              .       Ika Kartika Wulandari                        (W-714 Dp)
8              .       Fauzan Azhar M.                                  (W-715 Dp)

Ini bukan akhir dari perjalanan, ini adalah gerbang menuju rimba sesungguhnya. Rimba WAPEALA menjadi awal cerita hidup kami, delapan kanguru lapis XXXIV.

Penulis : Muhammad Naufal Nurrahman         (W-711 Dp)
Editor   : Toifur Wilianto                                   (W-707 Pa)

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan