Big Project Rafting Masa Bakti WAPEALA Lapis XXXIV

Big Project adalah kegiatan yang dilakukan Masa Bakti WAPEALA Lapis XXXIV. Kegiatan ini merupakan kegiatan Arung Jeram yang dimulai dari serangkaian diklat ruang dan olahraga, simulasi dan pelaksanaan kegiatan Big Project. Karena merupakan kegiatan arung jeram, Big Project memiliki beberapa syarat yaitu sungai yang diarungi merupakan sungai dengan grade 4 dengan panjang pengarungan minimal 12 km. Untuk simulasi sendiri dipilih Sungai Elo yang terletak di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Dipilihnya Sungai Elo karena sungai ini memiliki panjang pengarungan 12 km dan memiliki grade 3.
Sebelum pelaksanaan Big Project, terdapat beberapa kegiatan berupa diklat dan simulasi lapangan. Simulasi Lapangan dilakukan pada tanggal 8-12 Januari 2018. Simulasi ini merupakan serangkaian diklat lapangan serta terdapat pengarungan dalam simulasi ini. Simulasi ini memberangkatkan 10 Masa Bakti WAPEALA Lapis XXXIV ditemani oleh 7 Anggota Biasa WAPEALA. Sebelum diberangkatkan, Masa Bakti terlebih dahulu melakukan diklat ruangan dan karantina. Karantina sendiri dilakukan pada tanggal 7 Januari 2018.
Masa Bakti WAPEALA Lapis XXXIV berangkat pada tanggal 8 Januari 2018 pukul 12.00 WIB diawali dengan upacara keberangkatan. Saat mau berangkat, terdapat kendala yaitu barang bawaan dan logistik tidak bisa masuk dalam 1 angkot yang telah dipesan. Kemudian kami memutuskan untuk menambah jumlah angkot agar barang bawaan dan logistik bisa diangkut ke tempat tujuan. Perjalanan ke Magelang menempuh waktu sekitar 3 jam dengan cuaca hujan. Sebelum sampai di tempat tujuan, salah satu angkot salah jalan. Kemudian kami menghubungi dan menungggu angkot itu sampai datang. Kami tiba di tempat tujuan pukul 17.00 WIB dengan cuaca hujan. Setelah itu kami segera bergegas membawa barang dan logistik ke tempat camp dan mendirikan camp secepat mungkin.
Keesokan harinya diisi dengan diklat rafting. Karena Masa Bakti WAPEALALapis XXXIV yang berangkat simulasi berjumlah 10 orang, maka kami mengunakan dua perahu. Satu perahu dari WAPEALA dan satunya lagi menyewa dari operator di Sungai Elo. Diklat rafting ini dilakukan oleh istruktur rafting dari WAPEALA. Diklat rafting meliputi endurance, up stream, dan renang jeram. Hari pertama diklat rafting tidak menemukan kendala. Namun, salah satu perahu kurang bisa melakukan up stream. Hal ini mengharuskan untuk lining perahu beberapa kali. Sore harinya, instruktur mengarahkan kami untung up stream di jeram. Ini adalah sesuatu pengalaman yang baru bagi kami. Rasanya sangat menyenangkan. Terdapat perasaan puas apabila perahu dapat bertahan lebih lama di jeram.
Pagi di hari kedua, kami melakukan diklat kembali. Diklat kedua kami berlatih renang jeram. Arus sungai pada hari kedua tidak terlalu tinggi. Malah cenderung rendah dengan warna air yang bening. Renang jeram dibagi menjadi dua menurut perahu. Saat Masa Bakti di perahu pertama berlatih renang jeram, masa bakti di perahu kedua bertindak sebagai rescuer dengan melemparkan throwbag apabila ada yang hanyut. Tak lupa terdapat rescuer dari anggota biasa yang naik di salah satu perahu. Instruktur mengarahkan untuk renang jeram dari flat sebelum jeram. Sebelum masuk jeram, kami harus renang aktif terlebih dahulu. Beberapa dari kami ada yang berhasil masuk jeram dengan baik. Ada juga yang tertahan di stopper dan disuruh mengulang sampai masuk di jeram. Saat masuk jeram, terdapat rasa panik karena tubuh terasa dinaikturunkan oleh jeram dan nafas yang harus ditahan sampai keluar dari jeram. Namun rasa panik tersebut bisa kami hilangkan. Setelah keluar dari jeram, kami diarahkan untuk renang aktif menuju eddies. Tetapi karena ada yang berenang kurang kuat, beberapa dari kami menabrak batu di tebing dan kemudian hanyut terbawa arus sungai. Untungnya terdapat rescuer dari Masa Bakti dan anggota biasa yang naik perahu menunggu di bawah.
Siang harinya kami menemui masalah. Masalah tersebut adalah bocornya perahu yang kami sewa. Setelah menerima petunjuk dari anggota biasa, kami menyewa perahu kembali dengan bantuan anggota biasa yang membawa perahu tersebut ke camp kami. Sore harinya kami berlatih flip flop. Masih terdapat beberapa masa bakti yang belum bisa flip flop dan naik ke perahu.
Hari ketiga pagi kami memulai diklat kembali pada jam 07.30 WIB. Diklat dimulai dengan endurance kemudian dilanjutkan dengan renang jeram. Diklat selesai pada jam 11.30 WIB dan dilanjut dengan istirahat. Pada siang itu, salah satu perahu melakukan pengarungan karena telah dirasa cukup mumpuni oleh instruktur. Yang melakukan pengarungan berjumlah 5 orang ditemani satu instruktur dan terdapat rescuer. Saat pengarunga kami diajarkan scoutingScouting dilakukan untuk mengamati jalur yang dilalui dan menentukan manuver yang akan dilakukan. Terdapat dua teknik scouting yaitu, scouting diatas perahu dan scouting darat. Scouting diatas perahu dilakukan dengan berdiri. Yang mengamati adalah pendayung depan. Sedangkan scouting darat dilakukan dengan menepikan perahu. Kemudian naik ke daratan untuk melihat medan yang akan dilalui. Scouting darat ini dilakukan jika medan yang akan dilalui tidak terlihat dari atas perahu.
Kami juga diajarkan renang jeram kembali dengan situasi terdapat dua jeram berdekatan. Tiga orang dari kami berhasil renang jeram dan berenang aktif menuju eddies. Namun dua dari kami yang melakukan pengarungan harus direscue karena hanyut terbawa arus sungai yang saat itu sedang naik.
Perahu yang tidak melakukan pengarungan berlatih up stream. Namun karena air sungai yang tiba-tiba naik dan arus yang deras, perahu terpaksa ditepikan. Saat itu kami mencari jalan untuk membawa perahu dengan portagging ke camp. Namun karena tidak memungkinkan, akhirnya perahu diikat dan dijaga ditepi sungai. Sebelum itu perahu kami angkat ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu.
Hari keempat adalah hari pengarungan. Pagi harinya kami harus sudah packing dan siap untuk pulang. Pengarungan agak terlambat karena packing yang lama. Pengarungan dilakukan oleh 9 orang Masa Bakti  WAPEALA Lapis XXXIV dan ditemani instruktur sebagai rescuer. Satu orang masa bakti tidak melakukan pengarungan karena sakit. Pengarungan dilakukan seperti sebelumnya. Terdapat renang jeram, scouting diatas perahu, dan scouting darat. Perahu yang sudah melakukan pengarungan tidak renang jeram lagi. Melainkan menjadi rescuer dengan stanby untuk melempar throwbag. Saat renang jeram, terdapat 3 orang yang harus direscue. Perahu yang sudah melakukan pengarungan tidak ditemani oleh anggota biasa. Pada saat melalui jeram, Putri terjatuh dari perahu. Namun dia masih dapat berpegangan di lifeline dan langsung direscue oleh malik. Beberapa kali perahu kami agak nyangkut di pillow karena scouting yang kurang baik. Namun dengan cepat kami langsung bergerak membebaskan perahu kami. Pengarungan dilakukan sampai finish.
Setelah pengarungan selesai, kami berangkat menuju start untuk mengembalikan perahu yang kami sewa. Kemudian dilanjutkan packing perahu WAPEALA. Angkot yang kami pesan juga sudah siap menunggu kami. Selanjutnya kami pulang ke joglo. Perjalanan pulang menggunakan satu angkot. Hal ini menyebabkan kami berdesak-desakan karena saat berangkat menggunakan dua angkot. Kami sampai di joglo pukul 19.00 WIB. Selanjutnya kami bersih diri dan membersihkan alat yang kami bawa.
  
 Gambar 1. Upacara Keberangkatan


 

Gambar 2. Perjalanan Menuju Magelang


 
 Gambar 3. Aktivitas Camp



Gambar 4. Sarapan Pagi



Gambar 5. Pemanasan


Gambar 6. Flip Flop






Gambar 7. Packing

  

Gambar 8. Pengarungan 



Gambar 9. Perjalanan Menuju Start



Penulis : Auliana Fikri
Penyunting : Toifur Wilianto (W-707 Pa)


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan