CERITA PERJALANAN BTKU PO

Cerita Perjalanan BTKU PO di Desa Pagersari
oleh : Putri Ramadhini

                Berawal dari kenekatanku untuk mendaftar UKM WAPEALA bersama teman sejurusanku, kemudian mengikuti alur penerimaan anggota dari mulai TM, Olahraga tiap minggu, hingga kami sampai di salah satu tahap lainnya yaitu Basic Trainning Keahlian Umum dan Pengenalan Organisasi (BTKU PO). BTKU PO adalah latihan dasar berupa materi yang tentunya berguna banget untuk kehidupan Wapeala kami kedepannya. Jadilah pada suatu sore yang indah kami semua berkumpul di GSG Undip dengan pakaian rapi beralmet serta tak lupa, slayer.
                Matahari hampir kembali ke peraduannya ketika kami mulai beranjak meninggalkan Tembalang. Sebelum itu tak lupa kami mengabadikan momen ini bersama melalui hp salah satu anggota. Wajah ceria penuh semangat kami tampailkan dalam frame kecil yang berusaha merengkuh semua orang. Perjalanan ini resmi dimulai!!!

Perjalanan dihiasi dengan keindahan senja dan tingkah konyol serta asik dari teman-teman lainnya. Berusaha untuk tetap tegar berdiri di truk yang sedang berjalan bukanlah hal yang mudah. Ada yang saling berpelukan, ada pula yang berusaha berdiri dan saling menantang satu sama lain untuk tetap dapat berdiri. Melihat langit yang memerah dan perjalanan selama satu jam itu terasa begitu singkat.
                Setelah truk berhenti, barulah aku tau kemana kami dibawa dalam perjalanan kali ini. Sebuah desa di Kecamatan Bergas, Desa Pagersari namanya. Desa ini berada di kaki Gunung Ungaran dan desa ini sangat indah. Hamparan sawahnya yang hijau serta suhunya yang sejuk merupakan kenikmatan di sela-sela rutinitas kuliah yang padat sehari-harinya. Rasanya pergi ke sini merupakan escape mission dari kehidupan kuliah yang dipenuhi tugas dan rapat.
                Kami tiba ketika hari mulai gelap dan udara tentunya berubah semakin dingin. Semua segera membereskan barang-barang untuk kemudian mengerjakan shalat maghrib berjamaah. Setelah itu kami semua makan malam bersama. Makan dengan menggunakan adat makan Wapeala yaitu berbaris panjang dan berhadapan, saling berbagi makanan dengan teman sebelah. Kalau makanannya ga habis, jangan khawatir. Ada geng singa lapar yang siap menuntaskannya. Karena peraturan utamanya adalah semua makanan harus habis.
                Setelah kenyang, energi kami kembali penuh dan siap menerima materi pertama malam itu. Materi pertama tentang organisasi dan Wapeala. Di sini kami jadi lebih banyak tau tentang wapeala dan keorganisasian di dalamnya. Selepas materi, semua dipersilahkan tidur dan mengisi energi buat keesokan harinya.
                Hari kedua diawali dengan peregangan otak dan otot berupa games yang seru. Games ini melatih konsentrasi dan juga fokus. Bagi yang kurang fokus… siap-siap kena hukuman dengan maju ke depan dan jadi peraga sampai ada teman lainnya yang salah juga. Setelah games yang seru, materi dimulai dan kami semua mengikutinya hingga sore hari.
                Salah satu materi membuat kami bermain keluar ruangan. Materi fotografi. Setelah dijelaskan teorinya, kami semua diminta untuk praktek dengan mencari objek apapun kemudian memfotonya. Semua segera berlari keluar dan mulai foto-foto menggunakan kamera hp masing-masing. Keindahan langit senja, luasnya hamparan sawah dan kebun yang hijau, serta aliran sungai kecil yang tenang menjadi objek foto kami. Aku sendiri memotret bunga matahari kecil yang menonjol di tengah hijaunya rerumputan.
                Malam haripun tiba dan setelah menyelesaikan materi, semua berkumpul di luar membentuk lingkaran. Kayu-kayu kering ditumpuk untuk dijadikan api unggun. Kami bergabung dengan semua senior di Wapeala dan duduk mengelilingi api unggun yang hangat. Ada yang bernyanyi diiringi permainan gitar, kemudian diganti dengan sesi cerita oleh para senior dan beberapa dari kami. Semuanya tertawa dalam kehangatan malam itu. Membuat persaudaraan terasa semakin erat.
                Lanjut hari ketiga sekaligus hari terakhir kami di desa yang indah ini. Pagi ini dimulai dengan olahraga. Setelah melakukan pemanasan kami semua berlari mengikuti rute yang ditentukan dengan dipimpin oleh seorang AB. Sembari berlari, aku dapat melihat keindahan lainnya dari desa ini. Rumah-rumah penduduk yang sederhana, bertemu warga yang ramah, serta hijaunya alam sekitar merupakan keindahan yang aku sukai dari desa ini. Setelah berolahraga kami berkumpul lagi dan bermain games.
                Games pertama adalah lempar tangkap. Mulanya gelas plastik yang dilemparkan kemudian dioper ke teman lainnya. Hingga tak lama, level games ditingkatkan menjadi lempar tangkap menggunakan gelas kaca. Semua semakin berhati-hati dalam mengoper gelas tersebut. Hingga akhirnya… praannnkkk…!!! Gelas tersebut jatuh dan pecah juga.
                Games kedua yaitu Menara manusia. Kami harus mengambil slayer yang digantung sangat tinggi dengan cara bertumpuk-tumpuk dan menjadi menara. Games ini dimenangkan oleh para laki-laki meskipun target mereka lebih tinggi daripada kami. Sementara yang tersisa dari para perempuan adalah rasa sakit karena jatuh dan terinjak. Tapi semuanya senang dan tertawa.
                Waktu berjalan dan diisi dengan berbagai materi hingga sore. Saatnya pulang dan semua merapikan kembali barang-barang bawaan. Truk besar oranye itu sudah menunggu kami di depan. Semuanya berfoto untuk terakhir kali sebelum pulang. Raut wajah bahagia terpancar dari wajah-wajah lelah itu.
                Perjalanan dihiasi senja dan canda tawa. Kami tiba di Tembalang ketika hari sudah gelap gulita. Setelah beberapa pesan terakhir dari para AB, kami semua melangkah menuju kosan masing-masing di bawah cahaya rembulan malam. Semua kembali dengan membawa kenangan indah yang tak terlupakan. Perjalanan ini belum berakhir, semuanya baru saja dimulai, untuk CMB Lapis XXXIV Wapeala Undip 2017.
Salam Lestari !!!


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan