RADIKALISME DI KAMPUS ?


Semarang, 13 September 2017 - Universitas Diponegoro mengadakan Seminar Kebangsaan dengan tema "UPAYA MENCEGAH RADIKALISME DI KAMPUS" di Gedung ICT lantai 5. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 - 12.00 dihadiri oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., MHum selaku Rektor Universitas Diponegoro sekaligus membuka acara ini.
Seminar dihadiri oleh berbagai sivitas akamedika di lingkungan Undip,  bahkan ada yang dari Universitas Semarang. BEM, Himpunan, Senat Mahasiswa, UKM, bahkan mahasiwa/i turut hadir dalam acara ini. Prof Yos berpesan agar mahasiwa menyibukan diri dengan kegiatan agar tidak terjangkit radikalisme.
Untung Dwi Hananto., SH.,MH; Kartika Widya Utama., SH.,MH; dan Jaduq Trimulyo berkesampatan untuk menjadi pemateri pada seminar kali ini. Jaduq berpesan kepada mahasiswa agar menjadi radikal dalam artian positif. Arti radikal adalah mengakar kuat hingga ke dasarnya. Dengan menjadi mahasiswa yang berfikiran radikal diharapkan dapat membuat INDONESIA  menjadi lebih baik.
Kartika Widya berpesan agar mahasiswa lebih aktif ke lingkungan kampus. "Untuk apa IP 4 tapi moralnya hancur," ungkap Kartika.
"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda," kata Tan Malaka. Mahasiswa tergolong dalam golongan muda yang sedang mencari jati diri. Realitas kehidupan masih belum dirasakan oleh sebagian mahasiswa. Idelisme akan kehidupan menjadi nilai jual dari mahasiswa dimana mereka menawarkan masa depan bagi bangsa dan negara.
Dalam acara ini, Mahasiswa Pencinta Alam (WAPEALA) UNDIP diwakili oleh Dwi Jayanti (W-672 Nf ), Annisa Chairany M.T (W-675 Nf), Heharero Tesar A. (W-682 Nl), Prafani Viska (W-696 Nl), dan Tahmida Fatmala Z. (W-701 Pa).
WAPEALA bukan hanya bergerak dibidang kepetualangan, tapi juga di bidang keorganisasian. Oleh sebab itu, WAPEALA selalu menyempatkan hadir apabila ada undangan dari Instansi terkait.

Salam lestari !!!

Teks : Heharero Tesar Ashidiq (W-682 Nl)

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan