Menuntut Keadilan Kerumunan Pemulung Memadati CFD Simpang Lima


“Ayo-ayo bersih kota…”Teriakan semangat jargon kerumunan manusia yang   membawa kantong  plastik sampah turut  ikut serta ambil bagian dalam  memeriahkan jalanan Car Free Day  lapangan Simpang Lima, Pandanaran, Semarang yang dikumandangkan oleh kumpulan komunitas lingkungan Se-Kota Semarang. Kemeriahan ini merupakan semangat para pemuda Kota Semarang dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang bertepatan pada hari minggu, 21 Februari 2016. 
 
Mahasiswa Pecinta Alam (WAPEALA) Universitas Diponegoro dibawah koordinasi Koalisi Pemuda Hijau Indonesia bersama 24 komunitas yang ada di semarang lainya melakukan aksi kepedulian terhadap lingkungan, dengan mengelilingi Car Free Day  lapangan Simpang Lima Pandanaran bersorak mengajak masyarakat dalam peringatan HPSN.

Ketua umum Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Diponegoro, Semarang, Ilyas Sudikno Yahya mengungkapkan bahwa hari peduli sampah Nasional memang perlu diadakan agar masyarakat tau adanya peringatan hari peduli sampah Nasional. Harapannya, pasca peringatan hari peduli sampah nasional, dalam keseharian masyarakat dapat tumbuh perilaku yang proaktif akan kesadaran pentingnya kebersihan dan tentunya lingkungan yang bebas dari sampah itu sendiri. 

 “Dalam peringatan hari peduli sampah nasional ini yang dilaksanakan dengan Campaign sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat guna memberikan pesan yang dapat selalu diingat oleh masyarakat Jawa Tengah khususnya Semarang untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan yang terbebas dari sampah, minimal sampah rumah tangga yang dihasilkan dari setiap ruah tangga itu sendiri agar lingkungan tetap lestari” Ujar Sutrisno selaku ketua umum Koalisi Pemuda Hijau Indonesia Jawa Tengah.
 
Mengingat berita yang telah diterbitkan oleh National Geographic pada Februari tahun lalu, Indonesia merupakan Negara peringkat ke dua terbanyak yang menyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Kemudian disusul oleh Filipina, Vietnam dan Sri Langka. 

Banyaknya sampah plastik itu sendiri telah membuat komunitas-komunitas peduli lingkungn yang menjadikan limbah sampah plastik itu  menjadi sorotan penting yang kemudian mendorong pemerintah dalam upaya pengurangan sampah plastik dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Pemerintah akan melakukan ujicoba di provinsi DKI Jakarta dan 22 kota di Indonesia. Ujicoba tersebut dilakukan dalam rangka mendorong perilaku masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan kantong plastik. *(WAPEALA UNDIP)





Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan