Biota Berbahaya Bagi Penyelam

Tanggal 19-22 Desember 2013, Wapeala Undip baru saja menyelesaikan BTKK Divisi Diving yang merupakan rangkain oprec bagi Calon Masa Bakti Wapeala Lapis XXX. Masih berbicara tentang selam, kali ini Wapeala akan share mengenai biota laut yang membahayakan penyelam.
  1. Yang menggigit/menyerang
    • Ikan Hiu. adalah salah satu jenis binatang berdarah dingin. Jenis ikan ini sangatlah ditakuti. Akan tetapi ikan jenis ini jarang menyerang dibandingkan dengan kepopuleran dari menyelam itu sendiri. Ikan ini sangat peka terhadap bau darah, ia akan segera menyerang sumber darah segera setelah ia menendeksinya.
    • Ikan Barakuda. Ikan jenis ini sebenarnya tidak begitu berbahaya, akan tetapi ia mempunyai komposisi / susunan gigi yang sangat kuat, maka korban dari gigitan ikan ini akan menimbulkan akibat yang cukup serius sampai-sampai dapat menimbulkan kematian.

    • Moray. ikan ini bentuknya seperti belut / ular, panjang dan mempunyai komposisi gigi yang kuat. Binatang ini sebenarnya takut kepada manusia, ia akan menghindar jika melihat penyelam yang mendekat kepadanya. Ia akan menyerang sebagai pembelaan diri jika secara tiba-tiba ia dikagetkan. Biasanya binatang ini tinggal dilobang-lobang pada celah-celah karang. Luka yang diakibatkan oleh gigitan binatang ini cukup parah. Pemakaian wet suit sangatlah membantu mengurangi bahaya dari gigitan binatang ini.
  2. Yang Berbisa/Menyengat
    • Sea Waps. Nama sebenarnya adalah “Chironex Fleckeri” dan merupakan jenis ubur-ubur yang paling berbahaya. Sungutnya yang hampir tak terlihat di dalam air, bila bersentuhan dengan kulit korban akan mengluarkan sengatan yang amat berbisa. Rasa sakit yang hebat akan terasa, dan kematian akan terjadi beberapa menit akibat sengatan bisa tersebut. Jika terkena sengatan binatang ini, maka bilaslah menggunakan spiritus atau cairan yang mengandung alcohol seperti viksi. Cungkil sungut / duri pada kulit dengan pisau atau kayu, atau keringkan duri tersebut dengan garam, bedak, debu, dll.
    • Portugese Man of War. Jenis ini sangat berbahaya. Tanda-tanda dari binatang ini adalah terdapat pungan (float) yang berisi gas yang berwarna jingga kebiru-biruan serta diatasnya terdapat semacam jambul menyerupai layar. Binatang ini adalah jenis pengapung dan hanyut mengikuti arus air dan arah angin berhembus. Walaupun menyerupai ubur-ubur, namun ia adalah kelompok binatang yang dinmakan Hydroid.
    • Blue Ringed Octopus. ikan kecil yang indah ini terdapat pada celah-celah karang di tepi pantai. Jika diganggu ia akan mengeluarkan cincin berwarna kebiruan pada permukaannya. Keindahannya inilah yang sering menimbulkan korban, terutama pada anak-anak. Luka gigitannya diasanya kecil dan tidak sakit dan sering diabaikan oleh korban hingga terjadinya gejala yang serius. Bisa yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan kelumpuhan yang sangat hebat dalam beberapa menit, yang dapat mengakibatkan terhentinya pernafasan. Kesadaran biasanya tidak terganggu, akan tetapi korban tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya karena kelumpuhan. 
    • Ular Laut, Jenis ular laut ini jumlahnya mencapai 50 jenis dan diasanya dapat mencapai 2-10 kali dari bisa ular kobra. Walaupun sangat berbisa, ular laut ini beristirahat di bawah karang, dan pada malam hari ia melakukan perburuan. 
    • Stone Fish (Ikan Batu). Ikan ini dapt tumbuh hingga mencapai 30 cm an hidup di air yang dangkal, di daerah berkarang dan sangatlah sukar dikenali karena bentuknya yang sama dengan sekelilingnya. Binatang ini menyuntikkan bisanya melalui tulang belakangnya yang keras hingga menembus kulit korban. Gejala umumnya berupa nyeri setempat yang hebat dengan adanya peradangan pada jaringan yang berdekatan dan kaddang-kadang bisa terjadi gejala yang lebih hebat berupa shock gangguan pernafasan, koma hingga kematian. 
    • Bulu Babi, Jenis ini mempunyai duri yang sangat banyak, panjangnya dapat mencaoai 25 cm dan tajam. Bulu babi biasanya sering menimbulkan bencana pada seorang penyelam. Penyelam tanpa sengaja menginjaknya atau membenturnya. Bulu babi banyak terdapat pada gugusan karang, dicelah-celah karang dan di daerah bebatuan. Umumnya jenis bulu babi yang terdapat di pantai-pantai mempunyai “duri” yang sangat mudah patah dan membenan dalam kulit. 
    • Ikan Pari. jenis ini suka membenamkan dirinya di pasir. Jika seseorang sedang menjelajahi daerah yang berpasir, mungkin akan menemui seekor ikan pari. Binatang ini mempunyai semacam duri yang bergigi dekat dengan ekornya menyerupai cambuk. 
    • Karang Api, Sesuai dengan namanya maka seorang penyelam yang menyentuh karang api akan merasakan panas seperti terkena api. Karang api ini berwarna kuning hijau dan merah kecoklatan, biasanya penyelam secara tidak sadar menyentuhnya. Luka akibat terkena karang api itu akan sembuh berkisar antara 2-3 minggu dan akan menimbulkan bekas. 
    • Stinging Hydroid, Hydroid itu berwarna cokelat kehijauan atau berwarna ungu atau putih. Umumnya tumbuh di karang yang berair hangat. Akibat yang ditimbulkan oleh sengatan hydroid ini bervariasi dari rasa gatal hingga rasa sakit yang berat. Beberapa penyelam merasa lebih takut pada hydroid ini daripada Sea Wasp. Jika terkena sengatannya maka sebagai pertolongan pertama dapat diberikan alcohol di bagian yang terkena sengatan.
tulisan ini beracuan pada Buku Petunjuk Pengetahuan Akadamis Penyelaman Jenjang 1 Star Scuba Diver (A1) POSSI-CMAS Indonesia  

 

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan