[Catper] Diponegoro Seven Summit Expedition Part II


Memulai pendakian dari Machame Gate 1800 mdpl bersama para pendaki dari berbagai negara membuat pendakian kali ini  terasa berbeda. Kami benar-benar merasa sebagai penduduk dunia. Semangat cinta tanah air menjadi kekuatan dalam diri kami, demi mengibarkan bendera merah putih di Puncak Uhuru, Kilimanjaro. Hari-hari pendakian kami lalui dengan tekad kuat meskipun semakin hari terasa berat karena oksigen yang semakin menipis kami rasakan.
Kilimanjaro dikaruniai keindahan yang luar biasa dan kami melihat tangan Tuhan menciptakan segalanya terasa indah di sana. Bangsa kulit hitam yang bersaudara kuat dan mendampingi selama pendakian, kami belajar banyak dari mereka. Kami semakin yakin, ekspedisi kali ini akan terjalani dengan sempurna. Merah putih akan berkibar di salah satu tempat tertinggi di dunia.
Minggu 28 oktober 2012 pukul 00.27 kami memulai pendakian menuju puncak Uhuru. Di awali dengan doa dan semangat WAPEALA kami bersegera. Kabut tipis yang menerpa tidak kami hiraukan, bendera merah putih harus secepatnya dikibarkan. Wajah-wajah saudara-saudara kami keluarga WAPEALA, almamater tercinta Universitas Diponegoro, ingatan kami tentang martabat bangsa Indonesia, meringankan setiap langkah kami yang semakin terasa berat. Dinginnya suhu minus derajat, deru angin yang semakin melemahkan tidak juga menggoyahkan tekad kuat yang kami bawa dari Indonesia.
08.10 waktu Kilimanjaro, Tanzania pada Hari Sumpah Pemuda akhirnya kami mencapai puncak Uhuru. Ekspedisi Kilimanjaro, mimpi bertahun-tahun yang terpupuk sekian lama akhirnya terlaksanakan. Air mata kami tumpah menemui salah satu kebesaran Tuhan. Tebing es abadi yang tangguh berada di dekat kami.
Kami, Irwan Hidayatullah, Syarifudin Ahmad dan Umi Lutfiyah merayakan semangat kepemudaan 28 OKTOBER di puncak kebebasan, Uhuru.
Semangat pada tahun 1928 yang lalu kami teruskan melalui saluran yang kami percayai dan mempercayakan bendera merah putih kepada kami, WAPEALA! VIVA INDONESIA.


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan