Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi 2012 - BTNKJ

Sabtu - Senin, 8 - 10 September 2012, WAPEALA mendapatkan undangan dari Balai Taman Nasional Karimun Jawa untuk mengikuti Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi di Karimun Jawa. Untuk kegiatan kali ini, WAPEALA mendelegasikan Asis Falachy (605 Mm), Diah Ajeng (636 Tt) dan saya (639 Tt) untuk pergi menghadiri undangan dari BTNKJ. Hari Kamis sekitar pukul 22.00 WIB, kami berangkat dari PKM Joglo menggunakan motor menuju Jepara karena hari Sabtu pukul 06.00 WIB kami diharuskan sudah berkumpul dan berangkat ke Karimun Jawa menggunakan KMP Muria.

Sekitar pukul 06.00, Pelabuhan di Pantai Kartini telah mulai ramai, kami pun bersiap-siap untuk berkumpul dengan panitia dan para peserta yang berasal dari baik KPA maupun KPB dari UGM, Unnes dan UNY. Setelah briefing berupa pembagian tiket kapal dan co-card sebagai tanda pengenal sementara, kami dipersilahkan naik kapal. Tiket KMP Muria yang seharga Rp 31.000, ditanggung oleh pihak panitia dan dimulailah pengarungan selama kurang lebih enam jam menuju Karimun Jawa.

Setibanya di Karimun Jawa, kami langsung menyimpan tas di dalam mobil patroli Polhut dan berjalan menuju kantor untuk selanjutnya secara bergiliran menggunakan mobil yang sama menuju camping ground Legon Lele. Tenda yang nyaman dan cuaca yang cukup hangat cukup membuat mata berat, tapi kami harus mengikuti acara pembukaan, perkenalan dan briefing mengenai kegiatan esok hari.

Acara hari kedua di Karimun Jawa ini adalah tracking menyusuri sisi timur pulau Karimun Jawa melalui ekosistem hutan rimba, dari Legon Lele menuju Kemloko yang kurang lebih berjarak 5 km. Selain tracking, kami juga mendapat pengetahuan dari pihak BTNKJ. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Karimun Jawa tidak hanya memiliki kekayaan alam di laut saja tetapi terdapat lima ekosistem yang dikelola oleh BTNKJ, yakni ekosistem hutan rimba, mangrove, lamun, terumbu karang dan pantai.
Usai tracking dan makan siang, kami menuju lokasi tracking mangrove. Disini lagi-lagi kami mendapat ilmu dan informasi ditambah ada pembagian door prize bagi para peserta yang menjawab pertanyaan. Karimun Jawa ternyata memiliki koleksi mangrove yang diantaranya langka secara global namun umum ditemui di pulau ini.

Selain itu di kawasan ini juga kami belajar mengamati burung atau lazim disebut Bird Watching. Kebetulan banyak peserta yang berasal dari KPB atau Kelompok Pengamat Burung. Nah keesokan harinya, setelah berjalan melintasi bukit untuk tiba di alun-alun Karimun Jawa, kami menyebrang ke Pulau Menjangan Besar untuk kegiatan Coastal Cleaning alias bersih pantai, sedih sekali rasanya melihat begitu banyak sampah di pulau cantik ini. Sungguh sebuah ironi, manusia mencari tempat berlibur akan tetapi manusia sendiri yang merusak tempat liburannya.

Acaranya selanjutnya adalah sosialisasi mengenai PSA atau Penetasan Semi Alami bagi penyu. Terdapat dua jenis penyu yang bertelur di kepulauan Karimun Jawa ini, yakni penyu hijau dan penyu sisik. Penyu merupakan salah satu bukti dari hukum rimba yang berlaku di laut, dari sekitar 1000 telur di setiap musimnya, tidak semua menetas menjadi tukik (anak penyu) dan tidak semua tukik menjadi penyu dewasa dan kembali ke Karimun Jawa untuk bertelur kembali.

Setelah acara makan siang, selanjutnya acara penutupan. Di acara penutupan tersebut juga diumumkan juara bersih pantai, yang secara tidak terduga, kami menjadi juara satu karena berhasil mengumpulkan 51kg sampah organik dan anorganik. Setelahnya kami pulang ke Karimun Jawa dan bersiap untuk pulang esok harinya. 

Kegiatan ini memberi kami banyak cerita, ilmu, pengalaman dan teman baru. Juga menyadarkan bahwa alam begitu luas, menawarkan keindahan serta masalah yang kompleks dalam upaya menjaganya. Terima kasih BTNKJ untuk pengalaman ini, semoga tahun depan dan tahun-tahun yang akan datang, acara seperti ini tetap juga dilestarikan. (TIA/639)

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan