Catatan Harian Menuju Ekspedisi Kilimanjaro : Hadiah untuk Hari ini...

Pemanasan sebelum memulai olahraga
Ini adalah pekan ketiga bagi kami para calon atlet berolahraga di bulan Ramadhan. Tidak ada yang berbeda, kami tetap berlatih seperti biasa, kami tetap menjalankan ibadah puasa. Namun jika biasanya kami olahraga di GOR Tri Lomba Juang, hari ini kami berolahraga di GOR Jatidiri. Jika biasanya menu berlari 4-5 Km, maka kali ini dua kali lipatnya. Ya! karena ini adalah olahraga tracking, untuk membiasakan diri menghadapi terjalnya track jalur ketika ekspedisi nanti. Olahraga dimulai pukul 3 sore, meskipun Wahyu Razbaeni (W-633-Tt) belum datang, karena dikhawatirkan  nanti terlalu sore mengakhiri kegiatan. Kami para calon atlet terdiri dari Ponco Bagio (W-619-Mj), Irwan Hidayatullah (W-623-Ck), Umi Lutfiah (W-628-Tt), Ardiyan T (W-626-Ck), dan Syarifudin Ahmad (W-634-Tt).
start!
Setelah selesai pemanasan olahraga tracking segera dimulai, rutenya adalah kembali keluar dari gerbang GOR Jatidiri-Turun ke Papandayan-Unisbank-Unika-Kembali ke GOR Jatidiri. Kurang lebih 9Km kami menyusuri rute tersebut,yang tidak hanya jalanan datar yang kami temui, namun tanjakan, turunan yang bervariasi. Hari itu iman kami benar-benar diuji, terdapat banyak penjual makanan dan minuman di sepanjang perjalanan. Namun mana yang lebih istimewa? Tetap menjalankan puasa selagi berolahraga atau megorbankan puasa demi seteguk keinginan yang didasari nafsu setan? Hehe. Beruntunglah kami sudah terbiasa dengan hal yang demikian. Maka puasa kami tetap lanjut 


1 jam telah berlalu dan kami berkumpul lagi di depan gerbang GOR Jatidiri, cek denyut nadi dan seperti biasa setelah sprint kami segera melakukan senam, penguatan diikuti dengan pendinginan. 
Olahraga sore itu diakhiri dengan berbuka puasa di lokasi kami berkumpul karena adzan maghrib telah berkumandang. Dengan sari kacang hijau dan air putih kami membatalkan puasa. Kabar baik adalah, ketika Mas Ponco mendapat telepon dari Mas Parlin (Parlindungan Manik) untuk datang ke Manggala Food Court, buka bersama. Maka kami segera bersiap menuju PKM Joglo untuk shalat kemudian ke tempat buka bersama. 
buka bersama panitia, official, calon atlet dan Mas Parlin :), eh ada Bang Bunto juga!
Dan tidak ada yang lebih menyenangkan di hari jum’at,7 Agustus 2012 selain setelah lari 9 Km kemudian berbuka puasa bersama gratis (lagi). Buka bersama dengan keluarga diiringi tawa dan canda, kami bahkan hampir lupa baru saja tadi kami hampir mati karena kelelahan di Jatidiri.
Tidak lupa kami berbuka puasa dengan yang manis-manis namun tidak dengan yang dingin karena pantang bagi kami minum es. Namun tetap saja buka puasa hari itu sangat istimewa 
Setelah puas bersantap dan bercanda-canda buka puasa ditutup dengan berpamitan kepada Mas Parlin dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas undangan buka bersama di Manggala. Kami segera kembali ke PKM untuk evaluasi olahraga yang ditunda.
evaluasi hari ini
Evaluasi bagi kami adalah meskipun tidak terlalu mengecewakan namun kami kurang berhasil memenuhi target yang diberikan oleh official, menyelesaikan rute dalam waktu  45 menit.
Untuk berikutnya kami diharapkan mampu menyesuaikan ketika menemui tanjakan dan tetap mampu berlari maksimal di semua medan.

Hari ini ditutup dengan senyum dan semangat untuk olahraga berikutnya..
Sekian sedikit cerita tentang hari-hari menuju ekspedisi Kilimanjaro.

Salam lestari!

“Passion can transform the mind, body and spirit...
Passion can align you with the wisdom of nature and the power of what is in your heart.” 
― JoLynne Valerie 







Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan