Penanaman Mangrove & Pengobatan Gratis 2012

Pernahkah kalian mendengar istilah mangrove atau bahkan pernah menanam mangrove ? atau jangan-jangan masih banyak diantara kita yang belum tahu apa itu mangrove, ups gg gaul itu namanya kalau kamu gg tau apa itu mangrove dan terlebih lagi tidak mau mencari tahu apa sih mangrove itu. Menurut FAO (1952), mangrove didefinisikan sebagai pohon dan semak-semak yang tumbuh di bawah ketinggian air pasang tertinggi (source)

Nah pada tanggal 29-30 Juni 2012 kemarin, kami, WAPEALA Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan penanaman mangrove dengan melibatkan sebanyak kurang lebih 60 peserta dari UKM serta MAPALA se-Undip dan mengambil tempat di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang. Kegiatan penanaman ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian acara Penanaman Mangrove dan Pengobatan Gratis 2012.

Jum'at, 29 Juni 2012 merupakan hari pembuka bagi rangkaian kegiatan kami. Di hari ini kami mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan. Bekerja sama dengan tim medis dari Fakultas Kedokteran Undip, kegiatan yang menargetkan sebanyak 200 pasien ini menarik minat masyarakat setempat untuk datang dan berobat gratis. Menurut para dokter, penyakit yang kebanyakan diderita oleh masyarakat adalah ISPA dan infeksi mata.

Kegiatan pengobatan gratis ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari WAPEALA, karena selain bergerak di bidang petualangan dan kegiatan kepecinta-alaman, kami juga berkegiatan di bidang konservasi, research dan pengabdian masyarakat. Kegiatan hari itu selesai pada pukul 16.00, seusai beres-beres dan evaluasi kegiatan hari itu, tim bersiap untuk menyambut kegiatan penanaman di esok hari.

Sabtu, 30 Juni 2012 pukul 07.00, kami telah siap dan menanti kedatangan tim serta peserta dari PKM Joglo, Pleburan. Beruntungnya kami, hari itu cuaca cerah sehingga mendukung terlaksananya acara dan meningkatkan baik mood kami maupun peserta, terbukti dengan gelak tawa dan obrolan yang terdengar sepanjang perjalanan dari rumah Pak Sururi -petani mangrove- menuju tempat penanaman mangrove yang lumayan jauh.

Setelah tiba di lokasi penanaman, peserta dikondisikan untuk upacara pembukaan serta untuk mendapatkan pengarahan dari Pak Sururi mengenai teknis penanaman mangrove. Kali ini kami menanam dua jenis mangrove, yakni Api-api (Avicennia) dan bakau (Rhizophora spp.). Lalu bagaimana sih cara menanam mangrove itu ?
  1. Tancapkan ajir (bambu) kurang lebih sedalam 20 cm
  2. Buat lubang di dekat ajir yang sudah ditancapkan
  3. Ambil bibitnya, lalu masukan ke dalam lubang, bila sudah timbun kembali lubang yang telah terisi oleh bibit tersebut
  4. Ikat bibit ke ajir dengan menggunakan tali rafia
Mudah bukan, well, langkah-langkah di atas merupakan gambaran singkat mengenai cara menanam mangrove.
 
Daaaaan .... kami pun mulai menanam. Kegiatan menanam mangrove merupakan kegiatan yang menyenangkan, abaikan teriknya sinar matahari dan kotornya lumpur, karena itu merupakan "bonus" dari kegiatan menanam ini. Hutan mangrove memainkan peranan penting dan memiliki beraneka fungsi secara umum seperti melindungi pantai dari gelombang yang tinggi, angin yang kencang dan erosi. Hutan mangrove yang membentang sepanjang garis pantai berfungsi mencegah gelombang dan ombak yang tinggi akibat topan untuk melindungi penduduk dan rumah-rumah yang ada disekitarnya. Mangrove juga melindungi hasil panen penduduk disekitarnya dari kerusakan yang disebabkan tiupan angin laut yang kuat. (source)
 
 Tuh kan, kegiatan menanam mangrove ini selain menyenangkan juga banyak sekali manfaatnya, jadi tunggu apalagi, mari bergabung dengan kegiatan penanaman mangrove selanjutnya dan kegiatan-kegiatan seru WAPEALA lainnya, just keep stay tuned. (TIA/639)

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan