Ekspedisi Pandawa Ailurops ursinus Ke Sungai Serayu (bag. 1)


Setelah briefing sebentar dan ceklist alat selesai lalu Kami berdoa untuk keselamatan pengarungan Kami. Setelah berdoa selesai Kami mulai pamanasan air, lalu Kami berangkat melakukan pengarungan. Dengan aba aba skiper Kami Angga kami mulai mengarungi jeram jeram sungai Serayu, setelah Kami lewati jeram pertama kami berhenti sesaat untuk menggambar sketsa jeram itu. Begitu seterusnya sebelum masuk jerampun kami berhenti sesaat untuk melakukan scouting yaitu mengamati bentuk jeram dan membaca arus utama yang akan Kami lalui. Setelah Kami mencapai jeram ke 8 dari titik start, yang menjadi skiper adalah Ilham. Pada jeram ini dalam tim kurang koordinasi sehingga pada saat Ilham memberi aba aba tidak terdengar oleh tim lainnya sehingga posisi perahu intrip dibatu tengah yang membelah arus sungai sehingga posisi perahu menghalang kemudian terlipat ke arah batu tersebut, karena kondisi perahu terjebak (rap).



Selasa, 26 Agustus 2008

Hari ini merupakan hari pertama bagi Kami untuk memuai perjalanan melaksanakan dikjut yang bertajuk “Ekspedisi Pandawa Ailurops ursinus 2008” untuk divisi rafting. Dikjut ini dilaksanakan di sungai Serayu yang berlangsung dari tanggal 26 sampai 29 Agustus 2008, tim rafting terdiri dari 6 orang yaitu Angga (ketua tim), Ilham, Eko, Pepi (pembantu dokumentasi), Dani,dan Linda.

Untuk pelaksanaan dikjut ini butuh persiapan kurang lebih satu setengah bulan.persiapan itu mulai dari pra, materi-materi, latihan latihan, hingga Kami siap untuk diberangkatkan. Memang tidak mudah untuk mempersiapkan kegiatan ini.

Hari pertama sebelum pemberangkatan Kami tidak lupa mengadakan upacara pemberangkatan ysng dilaksanakan di PKM joglo UNDIP Pleburan. Upacara ini dihadiri oleh pengurus harian WAPEALA, anggota biasa, dan Kami sebagai tim yang akan diberangkatkan. Upacara ini berlangsung kurang lebih 15 menit.

Setelah upacara pemberangkatan selesai sekali lagi Kami mengecek peralatan yang akan Kami bawa ke lapangan, setelah ceklist Kami rasa komplit lalu Kami segera beranjak menuju Peterongan tempat Kami menunggu bis arah Wonosobo yang akan mengantarkan Kami menuju sungai Serayu yang seakan telah memanggil Kami. Dengan bantuan Pakde dan kawan kawan yang lain kami diantarkan menuju Peterongan, setelah kurang lebih setengah jam bis yang Kami tunggu telah tiba. Tepat jam 10.00 WIB Kami berangkat meninggalkan kota Semarang yang sedang mendung.

Setelah kurang lebih 5 jam Kami duduk didalam bis, sampailah Kami ditempat tujuan yaitu jambatan Blondo Wonosobo yang merupakan titik start Kami untuk memulai pengarungan besok. Setelah Kami turun dari bus sebagian dari Kami menuju rumah pak Dar tempat Kami akan menginap. Sebagian dari Kami bagi tugas untuk mengurus perijinan yang belum selesai. Ilham menuju ke operator di titik finish, Eko mengurus ijin di Puskesmas Blimbing. Angga mengurus perijinan untuk RSU Wonosobo. Sementara itu tiga orang yang menuju rumah pak Dar yaitu Pepi, Linda dan Dani menyiapkan teh hangat bagi anak yang mengurus perijinan. Setelah semua perijinan selesai Angga, Eko, dan Ilham kembali menuju rumah pak Dar. Senja hari mereka baru tiba di rumah pak Dar. Setelah Kami semua berkumpaul di rumah pak Dar lalu Kami bersih-bersih diri, karena sudah 5 jam Kami didalam bis yang pengap dan panas. Setelah Kami selesai bersih-bersih dan ishoma kemudian Kami melakukan briefing untuk kegiatan Kami esok hari. Setelah selesai briefing Kami mulai tidur untuk mempersapkan fisik untuk kegiatan besok.


Rabu, 27 Agustus 2008

Setelah sinar matahari pagi mulai merekah Kami terbangun karena kicau burung pagi hari yang memaksa mata untuk terbuka. Setelah Kami semua terbangun kami langsung bagi tugas, Eko dan Ilham langsung mengecek alat pengarungan yang akan Kami gunakan. Pepi dan Angga menyiapkan konsumsi dan alat dokumentasi yang akan kami gunakan dalam pengarungan. Kemudian Linda dan Dani menyiapkan sarapan bagi kami yang lain. Setelah pukul 07.30 Kami berangkat menuju sungai untuk memulai pengarungan Kami yang pertama di sungai Serayu.

Setelah briefing sebentar dan ceklist alat selesai lalu Kami berdoa untuk keselamatan pengarungan Kami. Setelah berdoa selesai Kami mulai pamanasan air, lalu Kami berangkat melakukan pengarungan. Dengan aba aba skiper Kami Angga kami mulai mengarungi jeram jeram sungai Serayu, setelah Kami lewati jeram pertama kami berhenti sesaat untuk menggambar sketsa jeram itu. Begitu seterusnya sebelum masuk jerampun kami berhenti sesaat untuk melakukan scouting yaitu mengamati bentuk jeram dan membaca arus utama yang akan Kami lalui. Setelah Kami mencapai jeram ke 8 dari titik start, yang menjadi skiper adalah Ilham. Pada jeram ini dalam tim kurang koordinasi sehingga pada saat Ilham memberi aba aba tidak terdengar oleh tim lainnya sehingga posisi perahu intrip dibatu tengah yang membelah arus sungai sehingga posisi perahu menghalang kemudian terlipat ke arah batu tersebut, karena kondisi perahu terjebak (rap).

Karena kondisi rap sebagian awak perahu harus renang jeram untuk keamanan. Kemudian Angga dan Pepi tinggal untuk memposisikan perahu, awak yang lain mencoba menarik perahu dari tepi sungai dengan tali throw bag. Setelah kurang lebih satu jam Kami terjebak dibatu yang menyebabkan rap itu. Akhirnya sebagai ketua kelompok Angga memutuskan untuk mengempeskan sebagian dari perahu dan membiarkan sebagian yang lain. Tak lama kemudian perahu itu bisa keluar dari rap. Rasa senang, tegang, dan kecewa bercampur aduk jadi satu setelah perahu merah kami berhasil dilepaskan dari rap itu.

Kurang lebih setengah jam Kami memompa kembali perahu merah Kami. Meski badan mulai terasa letih tapi Kami tetap semangat karena jeram jeram didepan telah menunggu Kami untuk melewati mereka.bTak lama setelah jeram itu Kami melewati jeram Cawet, disitu yang menjadi skiper adalah Dani. Kami tak dapat melakukan scouting dari tepi karena medan yang tidak memungkinkan. Lalu dengan informasi dari pendayung depan skiper mengarahkan perahu untuk menerjang jeram tersebut,tak Kami kira ternyata jeram itu cukup tinggi yang merupakan drop-dropan dan dibawahnya merupkan pertemuan dua sungai. Meski dengan tak terduga Kami dapat melalui jaram itu tanpa terbalik (flip).

Setelah melewati jeram Cawet Kami lalu meneruskan pengarungan dengan kerja keras karena di depan telah menunggu jeram berikutnya yang tentunya tidaklah mudah. Pada saat tiba giliran Linda menjadi skiper ada suatu insiden yang cukup memacu adrenalin Kami mengalir kencang. Kami tidak tahu jeram apa yang Kami lalui saat itu. Karakter jeramnya sangat tidak beraturan. Jeramnya penuh dengan batu besar yang tentu membuat hole di bagian bawahnya di tambah sebuah tikungan tajam di depannya yang tentu saja membutuhkan manuver kuat. Pada saat itu, perahu Kami menabrak sebuah pillow (Batu yang tertutup oleh air) yang ternyata didepannya terdapat sebuah hidrolik. Alahasil perahu Kami oleng dan menukik miring ke kiri 45 o sehingga tiga orang awak kapal yaitu Pepi, Eko, dan Angga yang berada di bagian depan perahu langsung terjun bebas ke dalam sungai.

Bersambung............

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan