DIKJUT ROCK CLIMBING SIUNG 2008

Hari I ( 17 Agustus 2008)
Tanggal 17 Agustus 2008 adalah tanggal keberangkatan pertama kegiatan Ekspedisi Pandawa Ailurops ursinus 2008, untuk divisi Rockclimbing. Adapun tim ekspedisi ini adalah Demi, Yamin, Anggita, Wiwit, dan mereka siap untuk berangkat menuju Tebing Siung, Gunung Kidul, DIY. Perjalanan dimulai dari PKM Joglo Undip menuju Terminal Giwangan Yogyakarta. Setelah itu dilanjutkan ke Terminal Wonosari, namun seelumnya ada masalh kecil yaitu kompor gas yang dibawa Anggita ketinggalan di Yogya, sehingga Demi pun harus mengambilnya. Di Wonosari yang seharusnya menurut rencana kita memakai bus jurusan Jepitu, namun berubah menjadi angkot setengah carteran karena menurut kami harganya sama saja dengan naik bus Jepitu sekaligus bisa berhenti-henti untuk perijinan sepanjang jalan menuju ke Pantai Siung. Sesampainya di rumah bu Kades untuk perijinan kami langsung menuju Pantai Siung dengan angkot carteran tadi. Di Pantai Siung kami disambut dengan indahnya pemandangan di sana. Deburan ombak dan pasir yang putih bersih dan tentu saja tebing yang menjulang di mana-mana akan bersama-sama dengan kami selama 6 hari kedepan. Haripun semakin gelap, sebelumnya kami eramah-tamah dengan Pak Wastoyo (Juru kunci Pantai Siung). Kamipun mendirikan tenda di taman dekat parkiran mobil setelah mendapat ijin dari pak Wastoyo.

Hari II (18 Agustus 2008)
Tebing Pantai Siung Pantai ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, berjarak sekitar 35 km dari Wonosari dengan prasarana jalan aspal sampai di tepi pantai. Di lengkapi oleh pondok pemanjat, toilet umum, dan lahan parkir yang luas serta camping ground. Pantai ini merupakan sebuah teluk, dengan panaroma yang unik di sebelah timur pantai terdapat perbukitan dan hutan lindung sementara di sebelah barat berdiri jajaran tebing – tebing yang menantang. Memanjat di pantai Siung merupakan sebuah sensasi pemanjatan. Di daerah ini terdapat ratusan kera ekor panjang, oleh penduduk setempat daerah ini dikatakan merupakan kerajaan kera ekor panjang. Tempat ini surganya pemanjat tebing sungguh merupakan mahakarya yang anugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada para pemanjat. Perpaduan keindahan alam dan tingkat kesulitan rute pemanjatan yang bervariasi, kesegaran cuaca pantai menjadikan Tebing Siung dijadikan tempat kegiatan ekspedisi ini.
Pemanjatan pertama adalah pemanjatan artificial di Blok D dengan leader Yamin,tanpa mengalami kesulitan pemanjatan dilanjutkan oleh leader Demi dari pitch 1 ke top. Setelah turun ke bawah dengan rapling, selanjutnya giliran Blok K yang akan kami takhlukkan. Pemanjatan artificial ini lebih sulit karena selain ketinggiannya hamper mencapai 40 meter juga banyak sekali overhang dan treverse. Untuk mencapai pitch 1, yamin memasang 6 runner, dan sempat terjatuh sekali. Dari pitch 1 dengan leader Demi harus melewati treverse dengan beberapa overhang untuk mencapai top di Blok K. Setelah itu kami kembali ke tenda karena hari semakin sore.

Hari III (19 Agustus 2008)
Hari ini kami akan melakukan pemanjatan sport di Blok D dan Blok E. Pemanjatan kali ini dilakukan oleh Demi, Yamin, Anggita dan Wiwit secara bergantian. Kami sempat terjatuh beberap kali di 2 jalur tersebut. Pada siang harinya Yamin harus pulang ke Semarang, dan kami bertiga yang akan melanjutkan kegiatan pemanjatan. Setelah kami sudah merasa kelelahan kamipun memutuskan untuk kembali ke tenda dan mengakhiri pemanjatan hari ini.

Hari IV (20 Agustus 2008)
Pemanjatan kali ini dilakakan di Blok D dan Blok Kdengan system artificial namun berbeda jalur dengan pemanjatan hari 2. Pemanjatan ini dilakukan oleh Demi dan Wiwit, Demi sebagai leader menuju pitch 1 dan pitch 1 menuju top. Selanjutnya adalah pemanjatan di Blok K, namun sebelumnya kami sempat diganggu oleh orang gila. Kali ini pemanjatan dilakukan oleh Wiwit dan Anggita, dengan leader Wiwit menuju pitch 1 dan leader Anggita menuju top. Haripun kita akhiri dengan pengalaman lucu yaitu memanjat diganggu orang gila.

Hari V (21 Agustus 2008)
Pagi hari ini Anggita pulang ke Semarang karena harus mengikuti presentasi tim Caving. Dengan pulangnya Anggita, tim kami tinggal 2 orang, dan kami memutuskan untuk tidak melakukan pemanjatan, kami hanya melakukan pendataan dan pemetaan tebing di kawasan Pantai Siung pada pagi hari dan siang harinya kami melakukan sosialisasi penduduk dengan melakukan wawancara kepada beerapa penduduk di Pantai Siung mengenai Tebing Siung dan Pantai Siung itu sendiri.

Hari VI (22 Agustus 2008)
Pagi harinya Demi dan Wiwit siap-siap untuk kembali ke Semarang, sembari ngobrol-ngobrol dengan Juru kunci Pantai Siung. Setelah semuanya siap kami berpamitan dengan keluarga Pak Wastoyo. Kami naik ojek ke rumah Bu Kades sekalian berpamitan, dan tidak lama kami naik bus ke Wonosari. Sesampainya di Terminal Giwangan kami istirahat semari menunggu Demi sholat Jum’at. Perjalanan pulang menuju Semarangpun dilanjutkan. Sore hari kami sampai di PKM, dan selesailah Ekspedisi Pandawa Ailurops ursinus 2008 divisi Rockclimbing

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan