DIKJUT CAVING 2008

Senin, 25 Agustus 2008
Waktu menunjukan pukul 08.30, namun Upacara Pemberangkatan Diklat Lanjut Divisi Caving belum dimulai. Upacara seharusnya dilaksanakan pukul 08.00. Karena semalam kami bergadang sampai shubuh, untuk mempacking peralatan yang akan dibawa, kecuali Mia dia harus pulang ke rumah tengah malam untuk meminta izin Keluarganya. Sebenarnya kami janjian untuk datang sebelum pukul 08.00, namun sudah pukul 09.00 baru Arul, Rony, Mia dan Mas Haris yang sudah kumpul di PKM. Sambil menunggu Anggita kami kembali memeriksa semua barang bawaan sedangkan Mas Haris ke Kampus menemui temannya untuk meminjam tripod kamera. Sampai pukul 10.30 Anggita belum datang juga, Arul sebagai ketua tim memutuskan untuk menunda keberangkatan sampai hari selasa pagi.
Karena dengan pertimbangan waktu, kendaraan dari Terminal Giwangan menuju ke Basecamp kami di Desa Giri Sekar Kecamatan Panggang sudah tidak ada. Akhirnya Anggita datang pukul 11.00, arul jengkel sekali dengannya. Setelah didiskusikan kembali bersama Anggota yang ada mengenai keputusan Arul untuk menunda keberangkatan sampai besok, akhirnya Arul memutuskan keberangkatan tetap hari ini dengan harapan masih ada kendaraan sampai Terminal Giwangan. Akhirnya pukul 11.30 Upacara Pemberangkatan baru dilaksanakan, setelah itu Rony, Anggita, Mia dan Ginta diantarkan ke Pemberhentian Bus di Peterongan dengan sepeda motor, pukul 12.00 baru dapat bis dan akhirnya mereka baru berangkat. sedangkan Arul dan Mas Haris berangkat menggunakan sepeda motor, sebenarnya mereka malas untuk menggunakan sepeda motor, tetapi apa boleh buat sepeda motor tersebut digunakan untuk kendaraan di lokasi antar gua dan basecamp. pukul 15.00 kami baru sampai di Jogja team yang berangkat naik bus langsung Ishoma dan team yang menggunakan sepeda motor megisi bahan bakar di Pompa Bensin dekat Terminal Giwangan. Beruntung waktu itu masih ada mini bus jurusan Panggang, tetapi karena hari sudah sore mini bus tersebut hanya menjalani trayek sampai ke Silok yang terletak di dekat Kali Opak, Silok merupakan daerah perbatasan Kabupaten Gunung Kidul dengan Kabupaten Bantul. Akhirnya team yang naik kendaraan umum langsung menaiki mini bus jurusan Panggang dengan pemberhentian akhir di Silok, sedangkan team yang menggunakan sepeda motor langsung menuju Silok, menunggu team yang naik mini bus. Pukul 16.00 tim yang naik sepeda motor sudah sampai di silok sedangkan tim yang naik mini bus baru sampai Silok pukul 16.30. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan sepeda motor Anggita dan Mia diantarkan terlebih dahulu agar sesampainya di basecamp bisa langsung beres-beres dan menyiapkan makan malam, kemudian dilanjutkan dengan menjemput Rony dan Ginta pada saat diperjalanan menuju basecamp sepeda motor yang dinaiki oleh Rony dan Ginta bannya bocor. Akhirnya Arul dan Ginta menunggu di jalan sedangkan Rony dan Mas Haris menambal ban. Setelah selesai akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke basecamp. Tepat pukul 19.00 semua tim sudah berada dibasecamp di rumah Pak Karjan yang menjabat sebagai Kepala Dukuh dari Kedukuhan Mendak Desa Girisekar, rumah beliau memang biasa dijadikan tempat tinggal sementara atau basecamp oleh mahasiswa yang sedang melakukan KKN ataupun anggota-anggota OPA (Organisasi Pencinta Alam) yang sedang melakukan kegiatan susur gua di daerah tersebut. pukul 19.00 kami langsung makan malam, tetapi kami tidak memasak nasi, karena nasi sudah dimaskan oleh Bu Karjan, beruntung sekali kami dapat basecamp yang pemiliknya baik hati. Setelah selesai makan malam kami langsung melakukan evaluasi perjalanan dan briefing untuk kegiatan besok dan terakhir kami mepacking peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan besok. Pukul 00.04 kami baru istirahat, sebelumnya kami memutuskan Mia untuk membangunkan tim esok hari.

Selasa, 26 Agustus 2008
Pukul 04.30 Mia membangunkan tim, namun dari tim sendiri masih bermalas-malasan untuk bangun karena masih merasa capek, apalagi Arul dan Mas Haris yang menggendarai sepeda motor dari Semarang. Dan pada pukul 05.45 semua tim baru bangun. Setelah semuanya sudah sholat shubuh dan beres-beres lagi, anggota tim perempuan mulai masak dibantu oleh Ibu Karjan sedangkan anggota tim laki-laki memeriksa kembali peralatan yang akan dibawa dalam penyusuran pertama di Gua Luweng Sokka. Begitu makanan matang kami langsung sarapan pagi sebelum melakukan kegiatan hari ini. Setelah itu tim mulai berangkat menuju lokasi entrance (mulut gua) Luweng Sokka dengan menggunakan sepeda motor, tepat pukul 09.00 semua Anggota tim sudah tiba di entrance Luweng Sokka. Kemudian kami menyiapkna peralatan yang akan dibawa dan sebelum melakukan kegiatan penyusuran kami melakukan stretching dan berdoa kepada Allah SWT agar kegiatan hari ini berjalan dengan lancer. Setelah siap Arul dan Anggita melakukan orientasi mulut gua, setelah melakukan orientasi dan berdasarkan data yang ada ternyata gua bisa dimasuki dengan cara climbdown yaitu cara penyusuran gua vertikal tanpa membuat instalasi Single Rope Technique (SRT) atau tekhnik penurunan tali tunggal. Arul turun menuju Pitch 1 sedalam ± 35 m dengan menyusuri dinding gua yang menyerupai slope dengan memasang pengaman berupa webbing. Setelah semua tim sampai di pitch 1 kecuali Ginta yang tetap menunggu di atas sebagai basecammer, tim agak kebingungan mencari lorong gua, karena setiap lorong terlihat seperti buntu akhirnya Arul turun mencari lorong dan akhirnya ketemu, lorong tersebut memang kecil, sehingga jika dilihat dari atas tidak akan terlihat adanya lorong. Kemudian tim menyusuri lorong tersebut dan menemukan pitch 2 dengan kedalaman 3 m yang dibawahnya langsung ststic pool (kolam/aliran air yang menggenang) dengan airnya yang jernih. Tim turun menuju pitch 2 dengan melakukan chimneying (salah satu teknik pemanjatan pada crack dengan menjepitkan tubuh pada sisi dinding crack dengan menggunakan tangan dan kaki yang menolak dinding bagian depan dan punggung ditempelkan didinding bagian belakang dengan menggunakan pengaman webbing. Kemudian tim melakukan penelusuran sampai ujung pitch 2. Tepat pukul 12.00 kami istirahat dan mendiskusikan kembali apakah akan melanjutkan penelusuran menuju pitch 3 karena memang pitch tersebut belum pernah dieksplor. Setelah lama mengambil keputusan akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan penyusuran menuju pitch 3 dengan formasi Arul sebagai rigging, Anggita sebagai rigging assistance dan cleaning. Arul mulai memasang back up anchor pada sebuah boulder dan mean anchor pada boulder lainnya. Lintasan berbentuk intermediet dengan anchor intermediet pada sebuah batu yag menyerupai tanduk. Kedalaman pitch ini mencapapi ± 30 m yang dibawahnya langsung static pool yang memiliki teras-teras disisi dinding-dinding guanya. Setelah turun ± 10 m Arul mengalami kesulitan untuk melanjutkan kembali penelusuran kebawah, karena tali mulai mengalami friksi, padahal di pitch 2 tadi tali terlihat free, Arul mencari anchor untuk membuat lintasan menjadi deviasi tetapi dia tidak menemukannya, walaupun menemukan anchor berupa tanduk tetapi sangat rapuh, belum lagi dinding gua yang tersusun dari batugamping yang runcing yang dapat melukai tubuh sampai-sampai cover all yang dikenakan Arul sobek pada bagian lengan. Dengan kondisi ang seperti itu akhirnya Arul memutuskan untuk kembali ke pitch 2 dan menghentikan penelusuran sampai disitu. Padahal jika sampai didasar pitch 3, maka tim dari WAPEALA inilah yang akan sampai dibawah untuk pertamakalinya dan Arul akan menamai static pool tersebut sebagai kolam John namun itu semua pupus karena keterbatasan peralatan dan kemampuan tim. Dan akhirnya penelusuran berakhir sampai disatu dengan maksimal. Setelah selesai beres-beres kami melakukan fotografi gua dengan ornament-ornamen yang ada kemudian tim kembali keluar gua dan dapat menghirup udara segar kembali pada puku 15.40 dan dilanjutkan dengan melakukan ceklist dan packing peralatan, kemudian tim kembali ke basecamp dan sampai di basecamp pada pukul 17.10. Tim isirahat dan mulai bersih-bersih. Alangkah senangnya kami begitu sampai di basecamp semua hidangan makan malam sudah siap, padahal kami tidak meminta Bu Karjan untuk memasakannya untuk kami. Setelah selesai bersih-bersih kamipun mulai makan dengan lahap. Pukul 19.00 dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan penelusuran pertama, dilanjutkan dengan briefing, ceklis dan packing peralatan. Pada pukul 21.00 anggota tim sudah free dan kamipun istirahat, dengan memutuskan Arul untuk membangunkan anggota tim besok pagi.

Rabu, 27 Agustus 2008
Seperti biasa pada pukul 04.30 semua anggota tim dibangunkan, kali ini yang dapat tugas untuk membangunkan adalah Arul, karena tekad komitmen dengan janji semalam akhirnya seluruh anggota tim bangun dan langsung melaksanakan ibadah sholat shubuh. Kemudian dilanjutkan dengan masak dan pada pukul 06.30 kami mulai sarapan. Setelah selesai sarapan kami memulai perjalanan menuju Luweng Gepeng yang terletak di Padukuhan Pijenan, tepat pukul 08.30 semua anggota tim tiba di depan entrance seperti biasa tim langsung mempersiapkan diri dan melakukan stretching. Kemudian pada pukul 09.00 Arul sebagai rigging mulai melakukan orientasi mencari anchor yang akan digunakan. Di sekitar mulut gua Luweng Gepeng banyak terdapat vegetasi singkong, bambo, pisang, singkong dan awar-awar. Arul memilih sebuah boulder untuk back up kedua, boulder berikutnya yang dekat dengan entrance sebagai back up pertama dan kedua pohon yang ada disisi kanan dan kiri entrance sebagai mean anchor. Pada kali ini Arul membuat instalasi Y. setelah lintasn selesai Arul langsung menuruni pitch 1 sedalam ± 31 m kemudian anggota tim yang lain turun kecuali Ginta yang menjadi basecammer diatas. Mia turun kedua, awalnya ia mengalami kesulitan melewati sambungan tali, tetapi akhirnya dia bisa melewatinya juga. Ketika Arul dan Mia di dasr pitch 1 mia mulai mencari-cari lorong yang akan dilalui Tim dan tiba-tiba 8 m ke depan ada seekor ular yang menghalangi jalan, Mia langsung melaporkan kepada Arul kemudian dengan WT dilanjutkan komunikasi dengan Tim yang masih di atas. Arul tidak berani untuk melewatinya dan dia memutuskan untuk menunggu anggota Tim yang lain sampai di pitch 1, ular tersebut sepertinya bukan penghuni gua ini, hal itu bisa dilihat dari tubuh ular yang penuh dengan lumpur an itu menunjukan bahwa ular tersebut sepertinya jatuh dari atas, selain itu ular tersebut juga terlihat lemas dan kesakitan dari reaksinya melihat manusia. Setelah Mas Haris sampai di bawah sebagai anggota tim yang terakhir turun, kami melakukan Istirahat karena waktu menunjukan pukul 12.00. selesai istirahat dan menikmati bekal, kami melanjutkan penelusuran dengan Mas Haris berada di depan berusah untuk mengusir ular dengan mengguankan kayu. Semestinya yang menjadi leader adalah Anggita namun dia takut, apalagi Arul anggota tim yang paling takut dengan ular sehingga anggota yang lainnya mengejeknya. Sebuah tongkat kayu diarahkan didekat ular tersebut dan alhasil ular tersebut menyingkir dan memasuki sebuah lubang kecil. Setelah semua melewati ular tersebut, leader diambil alih kembali oleh Anggita setelah maju dan climbdown sepanjang ± 12 m tim menemukan pitch 2 dengan dalam ± 5 m. Anggita langsung turun dengan membuat pengaman webbing pada jalur di pitch tersebut. Dilanjutkan oleh Arul yang turun, namun sebelum turun Arul melihat adanya anchor pengaman yang tertambat agak longgar dengan sedikit jengkel kepada Anggita dia langsung membenarkannya. Setelah semua tim sampai di pitch tersebut kemudian penyusuran dilanjutkan melewati lorong yang hampir tidak ada ornament sementara Mas Haris menunggu di atas pitch 1, lorong ini merupakan crack yang berkembang menjadi gua. Karena bentuknya yang kecil dan tinggi, maka gua ini dikenal dengan sebutan Luweng Gepeng. Setelah melanjutkan perjalan yang sempit dan berlumpur Tim menemukan pitch 3, namun penelusuran tidak dilanjutkan hal ini disebabkan pada pitch 3 terdapat air yang mengalir dan untuk turun harus membuat instalasi SRT. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke atas, Mia sebagai cleaner keluar terakhir. Tepat pukul 16.00 semua anggota tim sudah dapat menghirup udara segar kembali di luar gua, alangkah terkejutnya kami setelah keluar dari dalam gua melihat banyak penduduk yang berprofesi sebagai petani melihat dan meununggu kami di luar dan mereka ramah sekali. Kami langsung ceklist dan packing kemudian meninggalkan lokasi menuju basecamp. Sesampainya di basecamp kami langsung bersih-bersih dan seperti bias Bu Karjan kembali memaskan makanan untuk kami, kamipun langsung makan dengan lahap. Setelah itu pukul 19.30 kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan hari ini dan briefing untuk kegiatan besok setelah itu dilanjutkan dengan ceklis dan packing peralatan yang akan dibawa besok. Pada pukul 21.30 kami istirahat.

Kamis, 28 Agustus 2008
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 04.30 terdengar suara adzan shubuh berkumandang dengan merdu, Anggita mencoba membangunkan kami dari tidur dan kamipun bangun dari nyenyaknya mimpi untuk sholat shubuh dan melanjutkan kegiatan hari ini. Setelah itu kami memasak makanan untuk sarapan dan pukul 06.30 kami menikmati sarapan yang kami buat. Selesai sarapan kami langsung menuju lokasi mulut gua luweng gondosore tengah di padukuhan blimbing. Sebelumnya kami menitipkan sepeda motor kami di rumah Bapak Dukuh Blimbing. Sesampainya di mulut gua kami langsung stretching dan menyiapkan peralatan yang akan dipakai. Tepat pukul 09.00 Anggita memulai rigging dengan Arul sebagai belayer. Kali ini Arul sebagai Koordinator Bidang Diklat mencoba untuk memberikan tugas yang biasanya dipegang oleh putra kepada putri. Memang agak lama Anggita membuat lintasan, maklum baru pertama kali dia membuatnya. Dan pada pukul 12.00 akhirnya lintasan jadi dan kami mulai turun ke bawah ketika Anggita dan Mia sampai dibawah, Anggita melaporkan bahwa tidak ada jalan untuk melakukan penelusuran. Mendengar itu Arul langsung turun untuk melihat dan memriksanya. Ternyata memang benar gua itu sudah tidak lagi bisa untuk dieksplor, karena air yang menggenangi gua telah mencapai pitch 1 dan kami sungguh menyesal. Namun ronny menawarkan kepada kami untuk melakukan latihan shelf rescue, Arul sebagai ketua tim melontarkannya kepada tim dan ternyata tidak mendapat respon yang bagus dari tim, terutama Mia yang memang agak manja. Merasa jengkel Arul pun naik ke atas dan tidur di dalam tenda dome. Akhirnya pada pukul 13.30 Anggita dan Mia naik setelah berdiam-diam di dalam dan langsung membersihkan lintasanm, Arul yang tadi kesal menahan marah bangun dan minta obat maag, ternyata maag yang diderita Arul kambuh. Kemudian kami langsung makan perbekalan yang kami bawa. Setelah kenyang kami langsung menceklist dan mempacking peralatan yang kami bawa dan keudian kami langsung menuju ke rumah Bapak Dukuh Blimbing untuk mengambil motor. Sedikit berbincang dan foto-foto kamipun langsung berpamitan untuk pulang menuju basecamp. Sesampainya di basecamp kami langsung MCK dan sholat maghrib, setelah pukul 19.00 kami makan malam dan langsung melakukan evaluasi untuk kegiatan hari ini dilanjutkan dengan briefing untuk kegiatan besok dan langsung mempacking peralatan yang akan dibawa besok. Setelah selesai kami langsung istirahat pada pukul 21.30.

Jumat, 29 Agustus 2008
Hari ini mas Haris akan pulang ke semarang, karena dia ada acara dikampusnya, pada pukul 04.30 Ronny membangunkan seluruh anggota tim untuk langsung segera sholat shubuh. Pukul 05.00 kami memasak makanan untuk sarapan pagi. dan pukul 06.30 kami menikmati sarapan yang kami buat. Selesai sarapan kami langsung menuju lokasi mulut gua luweng cikal di padukuhan pijenan. Sebelum pulang ke Semarang mas haris mengantarkan kami terlebih dahulu sampai ke pos Departemen Kehutanan yang ada didekat lokasi mulut gua dan kami menitipkan motor disitu. Sesampainya di mulut gua kami langsung stretching dan menyiapkan peralatan yang akan dipakai. Luweng cikal merupakan gua horizontal yang didalamnya terdapat air. Menurut cerita penduduk sekitar, asal muasal gua ini yaitu pada zaman para wali terdapat leluhur masyarakat disana yang bernama Mbah Jeruken yang saat ini namanya diabadikan sebagai nama padukuhan. Mbah Jeruken ini mempunyai kebiasaan menyimpan kendi ataupun tempat air minum dibawah kasur, karena kebiasaanya itu ada seorang yang mengatakan bahwa kelak anak cucu keturunannya cikal bakalnya akan mengambil air dibawah tanah yang sekarang merupakan gua luweng cikal. Kali ini kami mempunyai target untuk memetakan gua tersebut, dengan pembagian tugas sebagai leader/stasioner, shooter dan descriptor bergantian. Setelah berhasil memetakan gua sejauh ± 50 m kami menghentikan kegiatan pemetaan dan melanjutkannya dengan belajar fotografi gua. diujung stasioner kami merupakan sebuah tampungan air yang biasa dimanfaatkan oleh penduduk. Gua ini memiliki banyak ornament yang masih bagus dan unik diantaranay adalah ornament stalaktit yang menyerupai (maaf) payudara wanita, dinding-dinding gua ini hitam karena bekas obor penduduk yang masuk untuk mengambil air. Tepat pukul 11.00 kami menghentikan kegiatan dan langsung keluar, karena hari jum’at anak laki-laki akan melaksanakan ibadah sholat jum,at. Sementara anak perempuan menunggu di pos. setelelah selesai sholat jum’at kami langsung pulang menuju basecamp. Sesampainya di basecamp pukul 14.00 kami langsung istirahat dan pukul lima kami langsung MCK dan sholat kemudian masak makanan untuk makan malam. Pada pukul 18.00 kami makan malam dan setelah itu kami langsung melanjutkan dengan evaluasi kegiatan hari ini dan briefing untuk pulang besok. Setelah itu kami langsung packing dan istirahat.

Sabtu, 30 Agustus 2008
Walaupun hari ini kami akan pulang, kami tetap bangun pada pagi hari seperti biasa pada pukul 04.30. kami langsung sholat shubuh dan masak makanan untuk sarapan pagi, sementara yang lain masih mempacking peralatan yang masih belum selesai dipacking dan pukul 06.00 kami sudah sarapan. Setelah itu kami langsung berpamitan dan foto-foto dengan Bapak dan Ibu Karjan sebelum pulang menuju Semarang. Karena hanya ada satu motor, maka Arul mengantarkan anggota tim yang lain ke depan jalan utama. Setelah mendapatkan mini bus menuju terminal panggang, Arul langsung menacapkan gas menuju Semarang. Pada pukul 13.00 Arul sudah sampai di Semarang, sementara anggota tim yang naik kendaraan umum baru melewati Sleman. Arul langsung istirahat sambil menunggu anggota tim yang lain sampai. Pada pukul 16.00 anggota tim yang lain akhirnya sampai di PKM Joglo, kemudian kami mereka istirahat dan makan malam. Setelah itu kami langsung mencuci alat sampai pukul 24.00 dan dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan keseluruhan dan dengan demikian, maka berakhirlah segala kegiatan Diklat Lanjut Divisi Caving WAPEALA UNDIP 2008. Sekian . . .

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan