Tiga Pendaki Undip Ekspedisi ke Gunung Kinabalu

Semarang, CyberNews. Wajah Ali(19) terlihat berseri. Beban berat tas dipunggung seakan tidak ia hiraukan. Senyum simpul selalu mengembang di bibir mahsiswa D3 Teknik Sipil Undip ini. Sementara itu, sejumlah teman-temannya terlihat sibuk menyiapkan bekal yang akan di bawanya. Dua orang temannya, Greg dan Wiwid juga terlihat juga sibuk mempersiapkan tas ranselnya dibantu teman-temannya yang lain.

Ali (19), Gregorius Angga (19) dan Wiwid (20) memang patut berbangga. Pasalnya, ketiga mahasiswa Undip ini berkesempatan menaklukkan Gunung Kinabalu, di Sabah Malaysia dari 3-12 Desember. Ia mewakili anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Universitas Diponegoro untuk menaklukan gunung tertinggi kedua se- Asia Tenggara.
Dengan berketinggian 4095 mdpl, gunung yang menawarkan pesona keindahan ini merupakan gunung tertinggi kedua setelah gunung Jaya Wijaya, Irian Jaya, dengan ketinggian 5000 mdpl.

Menurut Ali saat ditemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Undip Pleburan, Rabu (3/12) mengatakan misi dari ekspedisi ini mempunyai target untuk melakukan penelitian/study banding pariwisata di Taman Nasional Kinabalu Sabah Malaysia. Selama ini gunung Kinabalu terkenal dengan keindahan alamnya. Pengelolaan pariwisata yang dikemas profesional membuat tiga pendaki gunung Undip ini ingin menaklukkan Kinabalu sekaligus menjadikan study banding dengan pengelolaan wisata pegunungan di Jawa Tengah.

"Selama ini informasi yang kami dapatkan di gunung Kinabalu telah dikelola secara profesional pesona pariwisatanya. Selain Taman Nasional, di ketinggian 3000 mdpl terdapat kawasan hotel yang dikemas menarik. Bandingkan dengan 2 pesona gunung di Jateng, Merapi dan Merbabu yang tak kalah mempesona alamnya namun belum tergarap pariwisatanya. Sejauh ini 2 gunung tersebut hanya sebatas untuk pendakian," terangnya.

Melalui misi ekspedisi tersebut, Ali dan 2 temannya, Greg dan Wiwid bermaksud melakukan pendokumentasian dan pengamatan lapangan sebagai study banding untuk referensi pengelolaan pariwisata di gunung Merapi dan Merbabu.

Menurut Greg, untuk bisa menaklukkan gunung yang mempunyai tipe barbatu andesit ini tidaklah mudah. Mahasiswa Fakultas hukum yang pernah menaklukkan gunung Merapi, Merbabu dan Sumbing ini mengaku bersama 2 temannya mempersiapkan fisik, mental dan strategi dalam menjalani misi ekspedisinya.

"Untuk jenis gunung berbatu andesit kita perbanyak latihan teknik pemanjatan scrambling. Dengan scrambling, kita harus senantiasa berhati-hati dan mempunyai feeling tepat dalam pendakian. Karena teknik ini tidak banyak menggunakan alat pengamanan seperti halnya dalam pendakian pegunungan yang terjal. Namun, kami optimis bisa taklukan Kinabalu dan pulang membawa hasil misi ekspedisi," harapnya.

Bagi Wiwid, satu-satunya pendaki wanita yang ikut dalam ekspedisi ini mengatakan tim pendakian yang terdiri dari 3 orang ini adalah sangat ideal. Karena, menurutnya 3 orang pendaki ini mempunyai keahlian yang berbeda sehingga bisa saling melengkapi dalam menjalankan petualangan ekspedisi. Wiwid yang tentunya mempunyai keahlian di bidang masak memasak juga mempunyai keahlian dalam memanjat tebing, sedang Ali profesional dalam hal menelusuri goa. Untuk Greg ia ahli dalam panjat gunung dan tali temali.

"Saya optimis dengan kemampuan dan keahlian kami bertiga bisa saling mengisi untuk menaklukkan Kinabalu. Bagi kami, besar harapan untuk bisa menyelesaikan misi ekspedisi ini demi kemajuan Jateng, terutama di bidang pariwisata pegunungannya," jelasnya.

(Maulana M Fahmi /CN08)

sumber : suara merdeka

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan