GUNUNG SEMERU 1982

Sedulur's, sepertinya nulis perjalanan sejalan dengan penulisan sejarah kita sekaligus dapat dijadikan referensi u/ yg mungkin belum pernah mengalami atau ingin mengalami lagi atau setidaknya tambahan pengetahuan.

Mohon maaf bagi yang pernah atau mengetahui beberapa catatan yang akan

saya tulis tentang munggah Semeru, aku ora bermaksud pamer, tetapi mungkin ada tempat & kejadian di sekitar Semeru yg belum diketahui yg mungkin dapat dijadikan manfaat.

Tahun 1982, saya munggah Semeru bertiga dengan Mas Kentos dan Mas Nugroho. Kami brangkat dari Smg naik kreta ke srby trus nyambung lagi ke Malang dan dari Malang trus berhenti di Tumpang, dari Tumpang naik kendaraan umum lewat Gubuk Klakah menuju Pondok Pendaki di ranupani, waktu itu yang jadi juru kuncinya Pa' Supari. Di Ranupani ketemu dengan beberapa kelompok yang mau naik Semeru juga dan salah satu kelompoknya dari Tulung Agung ingin bergabung dengan kita, saya lupa nama-nama mreka tetapi saya ingat jumlahnya juga tiga dan salah satunya bernama Heri.

Pada waktu itu kami naik masih lewatnya agak berputar yaitu melalui ayek2 (tempat Soe Ho Gie meninggal), Ayek2, naiknya agak terjal dan rimbun, (hampir mirip Gunung Cermei dari sisi selatan), lewat Kali Mati (kami masih jumpa dengan rombongan celeng) dan kami bermalam lagi di Ranu Gumbolo, paginya kami naik lagi sampai di Arco Podo

(pelawangan) kami bermalam lagi karena naik Mahamerunya (gunung Pasir) harus pagi agar tidak terkena gas beracun.Mungkin karena kami terlalu capai atau takabur, Pagi2 kami naik ke Mahameru dan ketakaburan kami adalah pada waktu turun, kami terpisahkan oleh "gundukan" pasir yang makin turun makin jauh satu dengan yang lain, Saya sebagai orang pertama yang dapat menemukan Basecamp di Arcopodo, beberapa jam kemudian Mas Nugroho dan sampai pagi tidak ada lagi yang datang. Kira2 jam 10, saya & mas Nugroho memutuskan karena medan sangat luas, maka disepakati untuk kembali ke Ranu Pani u/ meminta pertolongan, dalam perjalanan pulang di Kali Mati kami berjumpa dengan mas Kentos yang tampak sekali kelelahannya, karena dia brusaha mencari jalan dari Sumber Mani ke kali mati u/kembali meminta pertolongan u/ mencari saya & mas Nugroho. Kembali di Ranu Pani dst di bantu oleh Pecinta Alan & Brimob kami mencari teman2 yg dari Tulung Agung, dua selamat hidup dan satu (HERI) sampai detik ini tidak ketemu (masih kami monitor dari keluarganya). Kisah ini saya dedikasikan u/ Heri dari Tulung Agung, smoga bermanfaat.


Doddy.


From: wapeala@yahoogroups.com on behalf of pakdedod [msbudi@hotmail.com]

Sent: Monday, August 01, 2005 1:18 PM


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan