EKSPEDISI NDUGU – NDUGU JAYA WIJAYA PAPUA (2)


Dear Ibung...!
Ehm...Ibung boleh ya.. sedikit melengkapi atau mengklarifikasi sedikit... kenangan lama yg nyakitin itu..., sebenarnya penginku cukup informasi dari Ibung aja, tapi setelah kemarin saya sempat ngobrol lama sama si Lae Brando ... perihal porter...saya jadi berubah pikiran.. supaya temen-temen kita gak salah tafsir.....
......Siang itu di bulan April 1987...? di kantin belakang PKM, kita kedatangan tamu dari Senior Mapala UI ( Herman Lantang sama Rudi Badil ), katanya pengin ketemu Tim Ndugu-ndugu sebelum mereka berangkat ke Irian...untuk dapat informasi langsung perihal kondisi terakhir 4 temen AranyaCala, mereka mengenalkan diri sebagai temen sehobi dan wakil Keluarga korban .. yg intinya mereka menjelaskan bahwa keluarga korban merasa tidak puas atas informasi resmi dari aparat dalam hal ini Kopkamtib, yang waktu itu kalau gak salah masih dipimpin Benny Moerdani.bahwa 4 anak pencinta alam Trisakti itu meninggal karena korban perang suku di pedalaman.....?
Padahal kita tau kejadian yang sebenarnya bukan itu,... sesuai dengan surat yang dikirim oleh guru SD di Ilaga yang mbantuin kita cari porter.. bahwa 4 anak Trisakti tersebut memang sudah dihadang oleh OPM ( yang sasaran seharusnya 10 anak Wapeala ) dan akan dihabisi pada tanggal 11 Maret ..ngepasin SUPERSEMAR .. untuk menunjukkan bahwa OPM masih eksis. ( surat itu menceritakan secara detil bagaimana posisi korban saat ditemukan .. ada yang dipanah / ditombak dalam kondisi terikat di pohon dan dalam kondisi luka dipunggung .. mungkin dalam kondisi mau lari...? dan yang lebih penting ... informasi itu semua disampaikan kepada Guru di Ilaga oleh sebagian porter yang bisa melarikan diri.. dari sergapan OPM....dan seingatku kalau gak salah ada juga porter yg terluka ...? jadi tidak semua porter yang ikut itu adalah OPM... mungkin begitu mas ibung...!
Saya cuma khawatir aja Bung ... e-grup ini kan terbuka ..mungkin ada temen-temen dari Papua yg gak terima temen-temennya disebut OPM ..atau keluarga dari temen-temen Trisakti yang meninggal itu yg masih penasaran, karena setauku sejak dari Irian sampai ke pemakaman di Jakarta, pemerintah / aparat saat masih menutup-nutupi dan tidak memperbolehkan membuka peti jenazah mereka.supaya informasi perang suku tersebut tetap terjaga ....? tapi saya juga yakin informasi dari Herman Lantang dan Rudi Badil kepada keluarga AranyaCala sudah dapat mereka maklumi.......
Tapi yg penting secara pribadi saya mengucapkan matur suwun...idemu itu.... salam. Cerita selanjutnya.........ehm...nunggu Konak.....Kaonak...
From: "Hadi Sulistijono"
Date: Wed May 17, 2006 9:01 pm

Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan