EKSPEDISI JAYA WIJAYA PAPUA 1994


Think gua ada sebagian kelupaan, nanti mohon dikoreksi dan diedit, saya akan menceritakan sebelum berangkat ekspedisi, karena salah satu kesan yang mendalam bagi saya dan juga bermanfaat bagi kita untuk belajar lebih baik, dan untuk perjalanan ekspedisinya barangkali Om Deliansyah dapat menceritakan..

Setelah ekspedisi Borneo Kalimantan selesai pada akhir tahun 1991, Kita sesama satu tongkrongan hiri dan teman2 wapeala undip, berencana melakukan ekspedisi yang melebihi ekspedisi sebelumnya, setelah kita renungi dan mengambil hikmah Ekspedisi Ndugu-Ndugu beberapa tahun yang lalu (mengakibatkan 1 orang meninggal Putra terbaik Wapeala Undip, almarhum Rustam), kita sepakat membuat ekspedisi Jaya Wijaya-Papua.

Persiapan ekspedisi ini kira2 dimulai awal tahun 1993, schedule pra ekspedisi dan ekspedisi pelaksanaan kita buat. Pendaftaran anggota mulai dibuka, ternyata kita nggak yangka yang daftar hampir 75 – 100 orang (dari anggota wapeala, anggota luar wapeala), kemudian kita membuat rencana2 perekretutan berdasarkan kualifikasi pendakian es, kami mencari literature, pendapat para alumni Wapeala (ex tim Ndugu-Ndugu), Yerry (Ca), samba (Ca), Guntoro, teman2 seangkatan FB dan lain-lain serta pihak Wanadri, Mapala UI dan Pihak Phisicologist Undip, sehingga kami membuat seleksi yang cukup ketat.

Disini terlihat, mana-mana orang yang bertekat baja dan mempunyai niat 1000% untuk mensukseskan ekspedisi ini, Karena apa? Karena ekspedisi ini kita sebagai atlit juga harus membuat segala macam tetek bengek administrasi seperti pembuatan Proposal, pencarian dana, kerjasama dengan sponsor, Kodam, Kapolda, Gubernur dan Pihak2 terkait lainnya, (Mudah2an di Era sekarang (Wapeala saat ini) telah terjadi perubahan yang significant, dan berubah menjadi professional dalam bidangnya).

Perjuangan ekspedisi sebelum berangkat, sangat menguras energi kita, pendanaan yang sangat sedikit, peralatan yang kurang, Segala bentuk pencarian dana telah kita lakukan baik secara formal dengan proposal ke instansi2 terkait, alat2 Outdoor, surat sakti (he..he) dari Gubernur, kesektariatan Undip, Kodam, Kapolda, sampai memberikan fee % apabila proposal tsb terjual dan informal (klasik, dan teknik ini yang paling banyak mengumpulkan dana) seperti menjual souvenir (kaos, hingga ke Jakarta, dan Bandung), Kita melakukan ini dengan tekat bahwa ekspedisi ini harus berangkat, bagaimanapun caranya. Kita sangat dibantu oleh rekan2 Undip, wapeala undip, partisipan dan alumni wapeala undip.

Seleksi kita buat sedemikian rupa seperti:

  1. Test Fisik ; Lari, push up, skot jam dll yang harus diselesaikan sesuai target yang dicanangkan oleh tim instructure. Tiap pagi hari kita sesama anggota seleksi melakukan latihan, disini juga kita melihat apabila kita lemah di fisik namun apabila dilatih fisik kita sama dengan fisik orang kuat.

  2. Test Phisikologist oleh tim Undip.

  3. Test Kesehatan, oleh almarhum Prof Budi, dari kedokteran Undip, dan kita melakukan riset pula selama pendakian untuk kesehatan masing2 orang yang akan di pergunakan bagi atlit PON Jateng.

  4. Test Ketrampilan Pendakian dan Pemanjatan; Pendakian gunung di Merbabu, G. Ungaran, Pemanjatan tebing di daerah Jateng serta teknik2 lainnya, kita sangat bersyukur karena dibantu oleh alumni Wapeala Undip (Mas Nindito, Mas Ibung, Mas Ferry, Mas Bambang kedokteran) yang memberikan teknik2 ilmu2 pendakian dan pemanjatan.

Selama test, kami juga membuat pelatihan2 seperti pelatihan Fotografi, Survival, Botani dan Zoologi, penyakit ketinggian dan pelatihan2 lainnya, dan ini juga kami dibantu oleh rekan2 kita dari tim fotografi Undip, alumni wapeala undip (Mas Nindito, Mas Bambang kedokteran) sangat membantu kita dalam hal teknik2 pendakian.

Setelah beberapa tahap seleksi, akhirnya terpilih 5 orang, yaitu Ridha, I’u, Ancha, Deliansyah, dan I’pe, kemudian kami berlima di Karantina selama beberapa bulan sebelum berangkat hari-H. Selama karantina, kami dapat mengetahui sifat2 masing2 orang sehingga kekurangan dan kelebihan dapat kita tutupi.

Akhirnya, dengan pencarian dana kesana kemari, sampai akhirnya mendapatkan kepastian menumpang pesawat Hercules, kami mulai persiapan berangkat ekspedisi.

Logistik, alat pendakian es, administrasi, serta segala macam tetek benget kita packing, hampir 15 ransel dengan kapasitas 60-70 liter kita angkut, tiap ransel kita tandai khusus, dimana ransel alat2 pendakian, logistic, dll.

Sebelum keberangkatan ke Halim Perdanakusuma dengan Bis Undip, kami mengadakan doa bersama dengan para anggota Wapeala Undip, partisipan, dan cewek2nya, he..he..(yang jomblo ada juga).

Sekitar jam 8 malam kami siap berangkat, teman2 juga ikut dalam rombongan tsb (Anik, Unik, Ithink, Guntoro, Jack, dan lain2 serta tim Ekspedisi), sekitar subuh kami tiba di Halim.

Cerita selanjutnya akan dilanjutkan oleh Deliansyah.

Sekali lagi, kami tim ekspedisi Jaya Wijaya-Papua, sangat-sangat berterimakasih kepada Yerry, Edo, Jack, Mas Nindito, Mas Ibung, Mas Ferry, Mas Samba, Ketua Wapeala Pudjo Andika, Ithing, Mba Anik, Mba Jagung, Mba Diah Kecil, teman2 seangkatan Wapeala FB, teman2 senior Wapeala dan adik2 wapeala yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, pihak2 Undip serta pihak2 lainnya yang telah membantu mensukseskan Ekspedisi Jaya wjaya 1994-papua.

Tak ada gading yang retak, mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan.


Salam Lestari,


M. Ridha (W-384 Felis Bengalisis)

Thanks and regards,

M. Ridha Thabri

68 Eng. & Project Control

PT. Freeport Indonesia

Phone: 0901-40 4704


Postingan populer dari blog ini

pengenalan diving (mari menyelam).

Gunung Slamet, Keparingan Slamet Dumugi Mandhap.

Mahameru, Butiran Pasir Keteguhan